Mataram (ANTARA) - Rumah Sakit H Moh Ruslan (RS HMR) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), saat ini menangani 10 pasangan suami istri (pasutri) yang mengikuti program bayi tabung.

"Program bayi tabung yang sudah jalan baru 10 orang, dan kini sedang menjalani beberapa tahapan," kata Direktur Utama RS HMR Kota Mataram dNK Eka Nurhayati di Mataram, Jumat.

Dikatakan, peminat program bayi tabung itu tidak hanya datang dari warga lokal NTB  tetapi juga merambah ke kancah internasional.

Dari 10 orang yang di tangani, kata dia, tidak hanya pasutri dari NTB, melainkan ada yang dari luar negeri seperti Inggris (UK) dan Belanda.

Baca juga: RS Moh Ruslan Mataram siaga 24 Jam selama libur Lebaran

Sebagian besar pasien mancanegara tersebut merupakan pasangan suami istri, dimana salah satunya adalah warga lokal yang menetap di luar negeri namun memilih menjalani program bayi tabung di RS HMR Mataram.

"Hal itu tentu menjadi salah satu hal yang membanggakan, karena program kami dilirik juga oleh warga luar negeri," katanya.

Meskipun, lanjut Eka, hingga saat ini belum ada laporan kelahiran bayi (take home baby) dan beberapa pasien masih dalam proses perjuangan, tapi minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat.

"Hingga saat ini tercatat puluhan pasien antre untuk menjalani proses program bayi tabung," katanya.

Baca juga: Vaksinasi Internasional kini tersedia di RS HMR Mataram

Untuk mengikuti program bayi tabung, lanjut dia, setiap pasien harus melalui pemeriksaan menyeluruh dan berbagai terapi (seperti terapi A, B, C, dan D) sebelum memulai proses utama.

"Penilaian mendalam juga dilakukan untuk menentukan apakah seorang pasien benar-benar membutuhkan program bayi tabung atau bisa melalui metode lain," katanya.

Dia berharap dari 10 pasien yang ditangani saat ini bisa menunjukkan perkembangan yang signifikan, agar keberadaan RS HMR Mataram dapat menjadi alternatif tujuan pasutri untuk memiliki keturunan.

Baca juga: RS HMR Mataram siagakan tim IGD-PSC selama libur Nataru 2026



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026