Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengatakan penyaluran Dana Desa (DD) hingga triwulan I (Januari–Maret) 2026 menunjukkan capaian yang signifikan menjangkau 94 dari total 142 desa.
"Hingga 25 Maret 2026, sebanyak 94 desa telah berhasil menerima penyaluran Dana Desa, sementara 48 desa lainnya masih belum tersalurkan," kata Kepala DPMD Kabupaten Lombok Tengah Baiq Murniati di Lombok Tengah, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan data yang dihimpun, total pagu Dana Desa Kabupaten Lombok Tengah tahun 2026 mencapai Rp51.975.746.000, dengan realisasi penyaluran ke Rekening Kas Desa (RKD) hingga saat ini sebesar Rp18.183.136.400.
Baca juga: Pemangkasan dana desa di Lombok Tengah 2026 capai Rp42 miliar
Secara umum, menurut dia, proses penyaluran berjalan lancar tanpa kendala dari sisi teknis maupun sistem.
“Alhamdulillah, penyaluran Dana Desa berjalan lancar. Sampai saat ini sudah 94 desa yang tersalurkan,” ujar dia.
Ia menjelaskan, belum tersalurnya Dana Desa di 48 desa bukan disebabkan oleh gangguan sistem, melainkan karena desa yang bersangkutan belum mengajukan permohonan pencairan.
Menurut Baiq, sebagian besar desa masih terkendala pada penyelesaian laporan tahun anggaran sebelumnya yang belum rampung.
“Sebagian besar karena laporan tahun sebelumnya belum selesai disusun dan disampaikan, sehingga desa belum bisa mengajukan permohonan,” katanya menjelaskan.
Baca juga: Alhamdulillah!! Dana desa di Lombok Tengah tahap kedua 2025 cair
Lebih lanjut ia mengatakan dari sisi sistem penyaluran tidak ditemukan kendala. Proses berjalan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan, sehingga hambatan yang terjadi murni bersumber dari kesiapan administrasi desa.
“Kalau kendala di sistem tidak ada masalah. Ini murni karena desa belum siap dalam penyelesaian laporan tahun sebelumnya,” katanya menambahkan.
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui DPMD terus mendorong percepatan penyelesaian laporan desa, agar seluruh desa dapat segera mengakses Dana Desa secara merata dan tepat waktu.
"Penyaluran yang optimal diharapkan mampu mendukung pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," katanya.
Baca juga: Audit keuangan 24 desa di Lombok Tengah rampung
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026