Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan berintensitas sedang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode arus mudik Lebaran dari tanggal 16-22 Maret 2026.

"Selama sepekan ke depan, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan sedang," kata prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Kadek Katriavi di Mataram, Senin.

Katriavi mengatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa pada 16-18 Maret 2026. Bahkan, kondisi itu dapat disertai petir dan angin kencang.

Baca juga: Pertengahan Maret, NTB masuki fase redanya hujan lebat

Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kabupaten Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima hingga Kota Bima.

Memasuki periode 19–22 Maret 2026, cuaca di NTB berpotensi masih didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan sampai sedang.

Potensi hujan tersebut diperkirakan terjadi di Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Baca juga: NTB Siaga! Dua bibit siklon tropis picu gelombang 6 meter

Katriavi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang hendak melakukan perjalanan selama periode arus mudik menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Waspada potensi hujan yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama saat siang hingga malam hari," ujarnya.

Selain hujan, BMKG juga memprakirakan kondisi angin permukaan bertiup dengan arah dominan dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan maksimum mencapai sekitar 35 kilometer per jam. Suhu udara berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius.

BMKG meminta pengguna transportasi darat maupun laut agar memperhatikan perkembangan informasi cuaca terkini untuk mengantisipasi potensi gangguan perjalanan selama arus mudik Lebaran 2026.

Baca juga: Gelombang tinggi ancam NTB, Aktivitas pelayaran diimbau hati-hati
Baca juga: Dua bibit siklon tropis bisa picu cuaca ekstrem di NTB



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026