Mataram (ANTARA) - Dinas Sosial Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menurunkan puluhan tim Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pemantauan dan penertiban terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang cenderung meningkat menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.
Kepala Dinas Sosial Kota Mataram Muzakir Walad di Mataram, Selasa, mengatakan, peningkatan aktivitas PMKS baik itu anak jalanan, gelandangan, pengemis, badut, manusia silver, dan lainnya terjadi karena adanya faktor kedermawanan masyarakat selama bulan Ramadhan.
"Tingginya antusias warga untuk bersedekah secara langsung di pinggir jalan di bulan Ramadhan terutama 10 hari terakhir, menjadi peluang bagi PMKS. Karena itu 65 satgas terus kami siagakan," katanya.
Kondisi itu, lanjut Muzakir, tidak bisa dihindari sehingga memicu menjamurnya PMKS di titik-titik strategis Kota Mataram. Seperti di Jalan Langko, Jalan Majapahit, Depan Kantor Camat Ampenan, Kawasan Pagutan, Jalan Panjitilar, Jalan Brawijaya, dan titik lainnya.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Musim jalanan Mataram: Antara sedekah dan dilema
Titik-titik tersebut, sejauh ini terus dipantau dan diawasi oleh 65 satgas Dinas Sosial yang tidak hanya menertibkan PMKS namun juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada PMKS serta para dermawan yang memberi sedekah di jalanan.
"Yang kami khawatirkan selain mengganggu estetika kota, ketika jumlah sedekah tidak sesuai dengan jumlah PMKS dapat memicu keributan," katanya.
Dari hasil komunikasi dengan para dermawan yang memberikan sedekah, rata-rata mendukung imbauan Pemerintah Kota Mataram untuk menyalurkan sedekah melalui lembaga resmi.
Akan tetapi, mereka juga mengakui membutuhkan para PMKS untuk menyalurkan sedekah secara langsung ketika itu dinilai tidak dalam jumlah besar.
Baca juga: Musim sedekah yang menguji kota
Dengan pertimbangan itulah, saat Dinsos Kota Mataram telah menyosialisasikan kepada para dermawan yang ingin bersedekah di jalan, agar menyalurkan melalui Dinas Sosial Kota Mataram.
"Berapa pun nilainya, tetap kami terima untuk disalurkan kembali secara kolektif melalui lembaga resmi agar bisa lebih tertib dan tepat sasaran," katanya.
Melalui langkah itu, diharapkan semangat berbagi di bulan suci tetap terjaga tanpa mengganggu estetika dan ketertiban lalu lintas di Kota Mataram.
Di sisi lain, berdasarkan hasil pemantauan dan penertiban PMK menjelang Lebaran, Satgas Dinsos Kota Mataram telah berhasil melakukan penertiban terutama untuk pengamen badut dan manusia silver yang diduga terkoordinasi dan berasal dari luar Kota Mataram, termasuk dari Pulau Jawa.
"Fenomena itu menjadi atensi serius karena komposisinya kini mencapai sekitar 45 persen dari luar kota, sementara sisanya adalah warga lokal," katanya.
Baca juga: Jelang Idul Fitri, Patroli PMKS di Kota Mataran ditingkatkan
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026