Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat menyiapkan sistem pengalihan arus kendaraan saat umat Hindu melaksanakan pawai Ogoh-ogoh yang menjadi rangkaian perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

"Jadi, untuk pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh, kami dari Porlesta Mataram sudah menyiapkan sistem pengalihan arus kendaraan," kata Kepala Satlantas Polresta Mataram AKP Muhammad Puteh di Mataram, Selasa.

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan pawai Ogoh-ogoh akan berlangsung seperti tahun sebelumnya dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Parade di jalan Pejanggik dimulai dari simpang empat Karang Jangkong dan berakhir di Taman Mayura.

"Kurang lebih jaraknya 1,5 kilometer. Sehingga nanti dari simpang empat Karang Jangkong sampai dengan berakhir di Taman Mayura itu steril. Mulai pukul delapan pagi sampai jam enam sore," ucapnya.

Baca juga: Pawai Ogoh-ogoh di Mataram dijaga ketat, 850 personel diterjunkan

Selain jalur utama parade, kepolisian juga menutup Jalan Pejanggik yang dimulai dari simpang empat Islamic Center. Jalur tersebut dijadikan sebagai antrean peserta pawai dari berbagai wilayah.

"Jadi, semua jalur menuju jalan Pejanggik kita tutup dan kita alihkan. Dari arah Utara maupun dari arah Selatan dan arah Barat," ujar dia.

Puteh menyampaikan, pengalihan arus kendaraan ini menjadi bagian dari tugas pengamanan pawai Ogoh-ogoh yang akan berlangsung sehari sebelum perayaan Nyepi, Rabu (18/3).

Polresta Mataram melibatkan sekitar 850 personel gabungan. Polresta Mataram menerjunkan 350 personel dari sejumlah satuan kerja, di antaranya dari samapta, reserse kriminal, intelijen dan lalu lintas.

Dukungan personel lainnya berasal dari Polda NTB sebanyak 250 orang. Kemudian dari TNI 90 personel dan 160 orang dari instansi pemerintahan.

Baca juga: Di antara ogoh-ogoh dan takbir: NTB menjaga harmoni
Baca juga: Nyepi dan Lebaran beririsan, Takbiran di Mataram dibatasi
Baca juga: Nyepi dan Lebaran berdekatan, Ogoh-ogoh dan takbiran di NTB tetap diizinkan



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026