Mataram (ANTARA) - Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melarang mobil odong-odong berseliweran angkut penumpang saat perayaan tradisi Lebaran Topat yang berlangsung, Sabtu (28/6).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Mataram AKP Muhamad Puteh Rinaldi di Mataram, Jumat, menyampaikan akan mengambil tindakan persuasif ketika menemukan mobil odong-odong mengangkut penumpang.

"Odong-odong itu tidak memenuhi standar keselamatan berkendara. Nantinya akan kami hentikan dan diberi teguran, lalu diminta kembali," kata Puteh.

Lebaran Iopat merupakan tradisi dari masyarakat suku Sasak di Pulau Lombok. Masyarakat merayakannya dengan pergi berziarah ke makam dan mengakhiri perayaan dengan melancong ke tempat wisata sambil menyantap ketupat.

Pada momentum ini, kerap terjadi kunjungan objek wisata dan tempat ziarah makam yang membludak dan berdampak pada kemacetan arus lalu lintas.

Baca juga: Ratusan Topat Agung siap semarakkan Lebaran Topat di Mataram

Polresta Mataram telah mengantisipasi hal tersebut dengan menyiapkan sejumlah strategi pengamanan di lokasi kunjungan dan pengaturan arus lalu lintas.

Selain pengalihan arus, kepolisian juga melakukan penyekatan di sejumlah titik jalur menuju objek tujuan masyarakat merayakan Lebaran Topat.

Kepala Satlantas Polresta Mataram menyampaikan bahwa dalam giat penyekatan tersebut pihaknya akan melakukan pengawasan, salah satunya terhadap jenis kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang.

Baca juga: Polresta Mataram libatkan personel gabungan amankan Lebaran Topat

Selain mobil odong-odong, kendaraan yang tidak layak sebagai sarana angkut penumpang, seperti pikap juga dilarang melintas.

"Pokoknya yang kedapatan angkut penumpang, seperti odong-odong, pikap, dan truk, kami minta untuk putar balik," ujarnya.

Dalam pengamanan Lebaran Topat tahun ini, Polresta Mataram melibatkan seluruh unsur pengamanan, mulai dari TNI, Dinas Perhubungan, Satpol-PP, Basarnas, BPBD, dan Dinas Kesehatan.

Puteh menyebut sedikitnya ada 991 personel gabungan yang terlibat dalam pengamanan Lebaran Topat.

Baca juga: Dishub Mataram urai kemacetan lalu lintas saat Lebaran Topat

Jumlah ini terbilang cukup banyak mengingat wilayah hukum Polresta Mataram turut mencakup tiga kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Barat, yakni Lingsar, Narmada, dan Gunungsari.

Dari wilayah hukum tersebut, personel gabungan disebar ke seluruh kawasan wisata, seperti di wilayah pesisir barat Kota Mataram yang cukup banyak menjadi objek wisata pantai dan ziarah makam, serta di kawasan wisata alam yang berada di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.

Baca juga: Lebaran Topat membludak, RSUD Mataram siagakan tim medis



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026