Lombok Barat, NTB (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat Lalu Muhamad Iqbal menyebutkan tradisi Lebaran Topat tidak hanya sebagai identitas budaya Sasak melainkan harus bisa menjadi mendongkrak sektor pariwisata di wilayah itu.

"Ini bukan hanya tradisi, tetapi refleksi spiritual yang menguatkan hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama," ujarnya pada perayaan Lebaran Topat di kawasan Amphitheater Senggigi, Lombok Barat, Sabtu.

Gubernur menyampaikan apresiasi-nya atas konsistensi masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga tradisi Lebaran Topat sebagai identitas budaya Sasak.

Menurut dia, Lebaran Topat bukan sekadar penutup rangkaian Idul Fitri, melainkan sebuah perayaan penuh makna yang diwariskan turun-temurun. Filosofi ketupat yang memiliki empat sisi Lebaran, Luberan, Leburan, dan Labur menjadi simbol kesempurnaan ibadah, keikhlasan berbagi, saling memaafkan, serta kembalinya manusia pada kesucian diri.

Baca juga: Lebaran Topat di Mataram jadi simbol tradisi dan kebersamaan

Lebaran Topat 2026 sebagai perayaan adat yang sarat makna, memadukan nilai spiritual, tradisi leluhur, dan kemeriahan budaya khas Suku Sasak.
Sejak pagi hari, ribuan masyarakat memadati lokasi. Mereka datang mengenakan busana terbaik, membawa dulang berisi ketupat dan hidangan khas, menciptakan panorama budaya yang begitu kaya warna. Wisatawan domestik hingga mancanegara pun turut larut dalam suasana, menyaksikan langsung tradisi unik yang hanya ada di Lombok ini.

"Lebaran Topat bukan sekadar perayaan adat, melainkan pesta budaya yang merekatkan kebersamaan, memperkuat identitas, sekaligus menjadi magnet pariwisata unggulan NTB," katanya.

Baca juga: Lebaran Topat dongkrak citra jenama kawasan Senggigi di Lobar

Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini menegaskan Lebaran Topat adalah warisan leluhur yang tak ternilai, yang terus hidup dalam denyut nadi masyarakat Sasak. Tradisi yang digelar setiap 8 Syawal ini tidak hanya diisi dengan ziarah makam ulama dan doa bersama, tetapi juga menjadi momen kebersamaan keluarga di kawasan pantai.

Tahun ini, wajah Lebaran Topat tampil lebih semarak. Berbagai atraksi budaya, parade kreatif, hingga partisipasi pelaku pariwisata seperti hotel dan resort di kawasan Senggigi, menghadirkan nuansa baru tanpa menghilangkan akar tradisi.

"Iringan musik tradisional, pertunjukan seni, hingga arak-arakan ketupat menjadi daya tarik tersendiri yang memikat setiap pengunjung," katanya.

Baca juga: Lebaran Topat detak budaya Mataram



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026