Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, perayaan Lebaran Topat atau Ketupat bagian dari menjaga konsistensi tradisi sebagai identitas budaya dan sarana mempererat hubungan sosial masyarakat.

"Kita bersyukur, hari ini kembali bisa melaksanakan tradisi Lebaran Topat dengan suasana penuh sukacita. Ini adalah kegiatan yang terus kita jaga konsistensinya dari tahun ke tahun, meskipun ada sedikit penyesuaian," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana di sela perayaan puncak Lebaran Topat di Makam Bintaro, Mataram, Sabtu.

Kegiatan Lebaran Topat menjadi bagian dari rangkaian Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, tidak hanya merefleksikan nilai religius, tetapi juga memperkuat kebersamaan dan toleransi antarwarga di tengah dinamika global yang tidak menentu.

Tradisi ini bukan sekadar seremonial, tetapi memiliki filosofi mendalam, termasuk makna ketupat sebagai simbol nilai-nilai kehidupan dan kebersamaan.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan pelestarian tradisi harus menjadi tanggung jawab bersama, khususnya dalam membina generasi muda agar tetap menjaga nilai-nilai positif di tengah perkembangan zaman.

"Kita harus terus mengingatkan generasi muda untuk merawat tradisi sebab banyak hal berkembang di masyarakat, ada yang positif dan ada yang tidak. Tugas kita adalah memastikan nilai-nilai yang baik tetap bertahan dari waktu ke waktu," katanya.

Baca juga: Libur Lebaran Topat, Polisi minta warga Mataram waspada saat berwisata

Di sisi lain, wali kota juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah potensi perbedaan, baik dari sisi agama, politik, maupun pandangan sosial.

Di tengah situasi global yang tidak menentu dan berbagai potensi perbedaan, bagaimana menjaga kesatuan dan ini menjadi pertanyaan penting bagi semua.

"Karena perbedaan itu pasti ada, bahkan dalam satu agama sekalipun. Namun, semuanya harus kita kelola dengan tanggung jawab untuk menjaga semangat toleransi," katanya.

Sementara Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman dalam kegiatan yang sama di Taman Loang Baloq, mengatakan, Lebaran Topat merupakan simbol kuat bagaimana budaya lokal mampu menghadirkan ruang perjumpaan lintas komunitas, lintas generasi, dan lintas kebersamaan.

"Semangat itulah yang mengemuka dalam perayaan Lebaran Topat Kota Mataram 1447 Hijriah/2026 yang digelar di Taman Loang Baloq dan Bintaro," katanya.

Baca juga: Lebaran Topat detak budaya Mataram

Wakil wali kota mengatakan, pelaksanaan Lebaran Topat di Kota Mataram merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui momentum budaya yang sarat makna.

"Lebaran Topat salah satu upaya pemerintah untuk memanfaatkan momen-momen penting sebagai sarana warga masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan menikmati suasana bersama seluruh anggota keluarga," katanya.

Perayaan Lebaran Topat di Kota Mataram setiap tahun dipusatkan di dua lokasi, yakni Loang Baloq dan Bintaro, sebagai bentuk ikhtiar menghadirkan suasana perayaan yang lebih merata dan dapat dinikmati lebih luas oleh masyarakat.

Menurutnya, kegiatan semacam ini bukan hanya penting dari sisi pelestarian budaya, tetapi juga memiliki nilai sosial yang besar dalam menjaga harmoni kehidupan masyarakat.

"Di samping menjaga kesehatan fisik, mental, ekonomi, dan spiritual, dalam konteks perayaan Lebaran Topat sangat penting adalah kesehatan sosial," katanya.

Baca juga: Jelang Lebaran Topat, Polisi bersihkan Pantai Loang Baloq Mataram

Ia menilai, suasana kebersamaan, kegembiraan keluarga, dan interaksi sosial yang hangat dalam perayaan seperti ini menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat yang sehat dan harmonis.

"Kami berharap warga masyarakat bisa bergembira, bisa bersenang-senang dengan keluarga dalam suasana yang aman, nyaman, damai, bahkan ada suasana religiusnya, karena tahun ini dikemas dengan tema Berkah Ketupat," katanya.

Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman melakukan tradisi ngurisan atau cukur rambut bayi dalam kegiatan Lebaran Topat di Makam Loang Baloq Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu (28/3-2026). ANTARA/HO-Kominfo.

Puncak Lebaran Topat yang dilaksanakan Pemerintah Kota Mataram pada dua lokasi diawali dengan kegiatan ziarah makam keramat, selakaran, doa, dan zikir, ngurisan atau cukur rambut bayi, dan ditutup dengan acara begibung atau makan bersama.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026