Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memastikan tidak ada pelarangan pawai ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi maupun pawai takbiran menyambut Idul Fitri meski waktu kedua perayaan keagamaan itu saling berdekatan.
"Seluruh kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama di tingkat masyarakat," kata Juru Bicara Pemerintah NTB Ahsanul Khalik di Mataram, Minggu.
Ahsanul mengatakan masyarakat NTB sejak lama memiliki tradisi toleransi yang kuat dan saling menghargai dalam menjalankan ajaran serta ritual agama masing-masing.
Momentum beririsan antara perayaan Nyepi dan Idul Fitri merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk menunjukkan sikap saling menghormati dalam kehidupan beragama.
"Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari," ucap Ahsanul.
Baca juga: Nyepi dan takbiran beririsan, Gubernur NTB serukan harmoni
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa Pemerintah NTB mendukung seluruh kegiatan keagamaan masyarakat sepanjang dilaksanakan dengan tertib dan saling menghargai satu sama lain.
Di Kota Mataram, pemerintahan setempat bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta aparat keamanan telah melakukan sejumlah pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.
Beberapa kesepakatan mencakup tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan.
Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di wilayah Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.
Baca juga: Di antara sunyi dan takbir
Menurut Ahsanul, masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing.
Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian.
Sedangkan, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri yang menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Islam.
"Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga,” imbuh Ahsanul yang menjabat Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik NTB tersebut.
Pemerintah NTB mengimbau agar seluruh elemen masyarakat turut menjaga suasana kondusif selama berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan tersebut.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Sunyi Nyepi, gema takbir, dan ujian toleransi
Baca juga: Kapolda NTB imbau takbiran di masjid, jaga toleransi
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026