Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Bara Lalu Muhamad Iqbal mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga suasana toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati menjelang perayaan Hari Raya Nyepi umat Hindu yang waktunya beririsan dengan malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Fitri umat Islam.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB, Ahsanul Khalik mengatakan dalam pesannya gubernur menegaskan masyarakat NTB sejak lama hidup dalam tradisi toleransi yang kuat dan saling menghargai pelaksanaan ajaran serta ritual agama masing-masing.

"Di NTB kita sudah sangat terbiasa hidup dalam kebersamaan. Toleransi bukan sekedar slogan, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. Karena itu, momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini justru harus menjadi contoh bagaimana masyarakat menjaga harmoni dan saling menghormati," ujarnya di Mataram, Ahad.

Iqbal, kata Aka sapaan karibnya menegaskan tidak ada larangan Pawai Ogoh-ogoh dalam rangka Hari Raya Nyepi maupun Pawai Takbiran dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 Hijriah. Seluruh kegiatan tersebut tetap dilaksanakan sebagaimana biasa dengan tetap memperhatikan ketertiban serta kesepahaman bersama.

Di Kota Mataram, pemerintah kota bersama tokoh agama Hindu dan Islam, panitia pawai ogoh-ogoh, panitia takbiran, FKUB, serta aparat keamanan telah beberapa kali melakukan pertemuan koordinasi untuk memastikan kedua kegiatan berjalan dengan baik.

Baca juga: Di antara sunyi dan takbir

Beberapa kesepakatan yang telah dicapai antara lain terkait tata tertib pelaksanaan kegiatan, jumlah peserta termasuk pembatasan peserta dari luar daerah, pengaturan rute kegiatan, ketepatan waktu pelaksanaan, serta pengawalan oleh aparat keamanan. Pengawalan juga dilakukan Bhabinkamtibmas dan Babinsa sejak peserta mulai bergerak dari lingkungan masing-masing hingga kegiatan selesai.

Koordinasi serupa juga dilakukan di sejumlah daerah lain di NTB, termasuk di Lingsar dan Narmada di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa, serta beberapa kawasan lainnya yang juga melaksanakan kegiatan serupa.

Menurutnya, Gubernur Iqbal menilai masyarakat NTB telah menunjukkan kedewasaan dalam kehidupan beragama dengan saling memberi ruang bagi pelaksanaan ibadah masing-masing.

Umat Islam memberikan ruang kepada umat Hindu untuk melaksanakan rangkaian Hari Raya Nyepi yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh dan dilanjutkan dengan Catur Brata Penyepian.

Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Sunyi Nyepi, gema takbir, dan ujian toleransi

Sebaliknya, umat Hindu juga memberikan penghormatan terhadap pelaksanaan malam takbiran dan Shalat Idul Fitri yang menjadi bagian dari perayaan Hari Raya Idul Fitri umat Islam.

"Kehidupan masyarakat NTB yang saling menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing agama ini merupakan kekuatan sosial yang harus terus kita jaga," kata Aka 

Gubernur juga mengimbau agar seluruh elemen masyarakat turut menjaga suasana kondusif  berlangsungnya rangkaian perayaan keagamaan tersebut.

Peran tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat desa dan kelurahan, serta kepala lingkungan dinilai sangat penting dalam menjaga suasana yang teduh dan damai di tengah masyarakat.

Baca juga: Kapolda NTB imbau takbiran di masjid, jaga toleransi

Selain itu, generasi muda juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kebersamaan agar setiap kegiatan keagamaan berlangsung dengan aman dan tertib.

"Kita ingin menunjukkan kepada seluruh Indonesia, masyarakat NTB hidup dalam kebersamaan, saling menghargai, dan saling menjaga satu sama lain. Tidak ada ajaran agama yang mengajarkan konflik karena perbedaan," ujarnya.

Pemprov NTB terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar.

Baca juga: Sebanyak 105 Banjar Mataram siap ramaikan pawai ogoh-ogoh Nyepi 2026

Dukungan pengamanan disiapkan oleh Polri dengan dukungan TNI serta pemerintah daerah untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan serta memastikan seluruh kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat, gubernur dijadwalkan menghadiri pelepasan Pawai Ogoh-ogoh umat Hindu di Kota Mataram.

Pemprov NTB berharap momentum beririsan antara Nyepi dan Idul Fitri ini justru semakin memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan masyarakat NTB serta menjadi contoh kehidupan beragama yang harmonis bagi daerah lain di Indonesia.



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026