Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar imunisasi darurat atau Outbreak Response Immunization (ORI) campak bagi balita dan bayi di seluruh puskesmas di tiga daerah yang mengalami kejadian luar biasa campak.
Tiga daerah tersebut yaitu Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Kesehatan NTB Lalu Hamzi Fikri di Mataram, Kamis, mengatakan imunisasi darurat tersebut untuk memutus rantai penularan campak kepada kelompok paling rentan yaitu bayi dan balita.
"Prioritas ORI diberikan bagi bayi dan balita berusia sembilan sampai dengan 59 bulan," ujarnya.
Fikri menuturkan pemerintah memperkuat surveilans aktif serta pelacakan kontak hingga tingkat desa dan puskesmas guna menemukan kasus campak secara cepat dan mencegah penularan lebih luas.
Data Dinas Kesehatan NTB hingga pekan ketujuh tahun 2026 menyebut ada 985 kasus suspek campak di Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Baca juga: NTB catat 985 kasus suspek campak, imunisasi rendah jadi risiko
"Langkah penanganan juga dilakukan dengan pemberian vitamin A pada kasus campak untuk mencegah komplikasi dan menurunkan risiko kematian," kata Fikri.
Pemprov NTB juga memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai gejala campak, pentingnya imunisasi lengkap, serta imbauan agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam disertai batuk, pilek, dan ruam.
Baca juga: Kala campak mengintai balita
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pemerintah juga memastikan ketersediaan logistik penanganan kejadian luar biasa mulai dari vaksin, vitamin A, hingga dukungan tata laksana klinis di fasilitas pelayanan kesehatan.
Fikri menegaskan penguatan fasilitas kesehatan dengan penerapan sistem triase untuk memisahkan pasien suspek campak yang memiliki gejala demam, ruam, batuk atau pilek di instalasi gawat darurat maupun layanan rawat jalan.
"Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada, serta berperan aktif dalam memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal guna memutus rantai penularan campak," ujar dia.
Baca juga: Tajuk ANTARA NTB - Alarm campak di NTB: Ketika imunisasi melemahBaca juga: Mataram sukses jaga nol kasus campak di tengah KLB NTB
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026