Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau warga mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) dan menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

"Intensitas hujan pekan ini di Kota Mataram mulai turun, tapi kondisi ini justru harus terus diwaspadai," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Emirald Isfihan di Mataram, Jumat.

Ia mengatakan, perubahan cuaca hujan, panas, yang terjadi secara tiba-tiba atau tidak menentu justru berpotensi mempercepat berkembang biaknya jentik nyamuk demam berdarah pada genangan air sisa hujan.

Oleh karena itu, masyarakat harus terus waspada dan lebih aktif lagi melakukan gerakan PSN sebagai langkah preventif.

Baca juga: Kasus DBD sepanjang 2025 di Mataram turun

Bahkan seluruh jajaran puskesmas dan bidang pencegahan dan pengendalian penyakit telah diinstruksikan untuk menjalankan prosedur standar PSN.

"Kami memiliki standar di mana 3x24 jam setelah terjadi hujan, kami melakukan upaya PSN secara bersama-sama dengan masyarakat," katanya.

Langkah itu, terus digencarkan baik ada kasus maupun tidak ada kasus. Selain itu, pihak dinas juga memfasilitasi permintaan pengasapan atau "fogging" dari masyarakat di lokasi-lokasi yang dinilai memiliki potensi risiko tinggi seperti di wilayah Cakranegara dan Sandubaya.

"Upaya tersebut untuk memperketat pengawasan dan langkah antisipasi terhadap kasus di awal tahun 2026," katanya.

Baca juga: Warga Mataram diimbau gencarkan pemberantasan sarang nyamuk

Meskipun tren kasus DBD pada Januari 2026 tercatat cukup landai dengan hanya tiga kasus, namun Dinas Kesehatan tetap waspada mengingat data Januari tahun 2025 jumlahnya lebih tinggi dan kasus DBD selama 202 mencapai 519 kasus.

"Alhamdulillah, dari kasus itu hingga saat ini kami belum ada laporan kasus kematian akibat DBD di Kota Mataram," katanya.

Baca juga: Musim hujan, Dinkes Mataram gencarkan edukasi masyarakat cegah kasus DBD
Baca juga: Tren positif, Kasus DBD di Mataram alami penurunan
Baca juga: Warga Mataram diminta waspadai DBD dampak anomali cuaca
Baca juga: Kader Jumantik DBD dari kalangan siswa dibentuk di Mataram



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026