Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar karnaval Putri Mandalika dalam rangka memperkuat pengembangan budaya untuk kepentingan masyarakat.

"Budaya Bau Nyale (menangkap cacing laut) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika ini harus tetap dikembangkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri saat membuka kegiatan karnaval seribu Putri Mandalika dalam rangka menyambut Bau Nyale, 7-8 Februari 2026 di Lombok Tengah, Jumat.

Ia mengatakan, dalam mengembangkan budaya di Lombok Tengah, berbagai konsep dilaksanakan terus berubah setiap tahun. Hal itu dilakukan untuk mencari konsep yang benar dalam mengembangkan budaya tersebut.

"Rangka kegiatan Bau Nyale ini dilaksanakan berbeda untuk mencari konsep yang benar dalam meningkatkan budaya di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan pada tahun lalu Karnaval Putri Mandalika di laksanakan di Kota Praya dan tahun ini dilaksanakan di KEK Mandalika.

Baca juga: Putri Mandalika 2026 Lombok Tengah diseleksi, berikut nama 10 finalis

Begitu juga dengan panggung utama dilaksanakan di Pantai Seger dan tahun sebelumnya di Pantai Tanjung Aan.

"Semua itu dilakukan dalam memperkuat pengembangan budaya ini," katanya.

Bupati meyakinkan, pengembangan budaya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah.

"Budaya ini bisa menjadi pendukung pengembangan pariwisata di Lombok Tengah," katanya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Tengah Lalu Wiranata mengatakan pemerintah daerah mengundang sejumlah investor baik dari luar negeri maupun Indonesia untuk hadir pada puncak event Bau Nyale (menangkap cacing laut) di Pantai Seger Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

"Kami telah mengundang investor untuk hadir langsung pada puncak Bau Nyale di Mandalika," katanya.

Baca juga: Ribuan putri berjalan kaki di Mandalika Lombok jelang Bau Nyale 2025

Ia mengatakan hal tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam meyakinkan para investor untuk mau berinvestasi di Lombok Tengah.

Selain itu, memberikan kesempatan kepada para investor untuk melihat langsung potensi dan keindahan alam Lombok Tengah, jika mereka ingin melakukan investasi.

"Ini salah satu ikhtiar meningkatkan investasi di Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika telah ditetapkan menjadi kawasan strategis pengembangan pariwisata. Selain event MotoGP, kawasan tersebut mampu menjadi daya tarik wisatawan karena keindahan alam dan budaya event Bau Nyale.

"Selain event motor sport, event budaya di Mandalika itu bisa menjadi daya tarik wisatawan," katanya.

Baca juga: Perburuan nyale jadi penguat ikatan sosial di Lombok

Oleh karena itu, dengan event Bau Nyale tersebut dapat memperkuat promosi pariwisata Lombok Tengah.

"Momentum Bau Nyale itu menjadi peluang dalam memperkuat promosi pariwisata Lombok Tengah," katanya.

Ia mengatakan, beberapa rangkaian kegiatan Bau Nyale telah disiapkan pemerintah daerah di antaranya Presean, karnaval Putri Mandalika, Pemilihan Putri Mandalika 2026 dan beberapa kegiatan tradisional lainnya di malam puncak Bau Nyale.

"Kami juga mendatangkan artis ibu kota Grup Band Geisha di malam puncak Bau Nyale," katanya.

Baca juga: Pemilihan Putri Mandalika 2025 jadi ajang promosi wisata NTB



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026