Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membentuk satuan tugas khusus untuk mengantisipasi kemacetan angkutan hewan kurban yang seringkali terjadi setiap tahun di kawasan pelabuhan menjelang perayaan Idul Adha.
"Satuan tugas dibentuk untuk memastikan pengaturan berjalan optimal di lapangan," kata Kepala Dinas Perhubungan NTB Ervan Anwar di Mataram, Rabu.
Ervan mengatakan, satuan tugas tersebut fokus mengurai potensi kepadatan arus kendaraan truk pengangkut terkhusus lokasi krusial pelabuhan penyeberangan yang menjadi jalur utama distribusi ternak dari NTB ke Pulau Jawa.
Dinas Perhubungan NTB sudah berkoordinasi dengan asosiasi peternak dan instansi terkait agar proses distribusi ternak dapat berjalan lancar dan terukur.
"Kami juga melakukan perluasan buffer zone atau area penyangga parkir di sekitar pelabuhan," ucapnya.
Baca juga: NTB siapkan KUR Rp10 miliar bagi calon pekerja migran
Lebih lanjut ia menjelaskan, perluasan area penyangga parkir dilakukan untuk menampung lonjakan kendaraan pengangkut ternak agar tidak menumpuk di dalam area pelabuhan.
Dari sisi hulu, Dinas Perhubungan mengatur jadwal keberangkatan ternak dengan melibatkan Dinas Peternakan. Distribusi ternak dari wilayah sentra seperti Bima dan Sumbawa diatur secara bertahap menyesuaikan kondisi pelabuhan.
Baca juga: Mantan Kadis Perindustrian NTB diangkat jadi Direktur di KemnakerRI
"Pengendalian tidak hanya di pelabuhan, tapi juga sejak dari daerah asal ternak," pungkas Ervan.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, pemerintah NTB memastikan ada 30 ribu ekor sapi yang siap untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026