Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui Dinas Pertanian menyebutkan data terakhir temuan kasus pada hewan kurban jenis sapi yang disembelih dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 tercatat 105 kasus cacing hati (fasciolasis) dan satu kasus kista hati atau kista hepar.
"Data itu merupakan data terakhir yang dihimpun tim pemeriksa hewan kurban selama Hari Raya Idul Adha dan tiga hari setelah Idul Adha atau Hari Tasyrik," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Selasa.
Menurutnya, jumlah pemotongan hewan kurban yang dilakukan masyarakat baik di masjid, pondok pesantren, sekolah, mushala, dan lainnya, di enam kecamatan se-Kota Mataram tahun 2026 sebanyak 225 titik, dengan 2.865 hewan yang dipotong terdiri dari 1.150 sapi dan 1.715 kambing.
"Jumlah baik lokasi pemotongan maupun hewan kurban yang dipotong tahun ini sedikit mengalami penurunan, tapi tidak signifikan. Data pasti pemotongan tahun 2025 akan kami cek kembali," katanya.
Baca juga: Warga lingkar sumber mata air di Lombok Tengah diberikan daging kurban
Ia mengatakan temuan kasus cacing dan kista hati pada sapi tersebut cukup tinggi dipicu faktor pakan. Menurutnya, kadang rumput yang diberikan masih pagi, masih berembun dan basah, sehingga memicu bakteri. Selain itu dipengaruhi juga oleh faktor kebersihan kandang.
Sebagai langkah pengamanan daging kurban, kata dia, petugas langsung melakukan tindakan eliminasi pada bagian organ sapi yang terkontaminasi cacing hati.
Baca juga: KAUMY NTB salurkan daging kurban di enam desa di Pulau Lombok
Bagian hati yang ditemukan mengandung cacing langsung dibuang dan dimusnahkan, baik itu sebagian kecil, sepertiga, maupun setengah dari bagian hati. Tidak dibuang semua.
"Sedangkan untuk kista hati terjadi karena adanya kantong cairan akibat infeksi hati, biasanya dekat empedu sehingga seluruh organ hati harus dibuang," katanya.
Sementara, lanjutnya, bagian daging dan organ lain yang sehat tetap masuk daging ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) untuk didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026