Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan jumlah pemotongan sapi di rumah potong hewan (RPH) di Kota Mataram meningkat sejak memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Jumat, mengatakan peningkatan itu terjadi karena tingginya animo masyarakat membeli daging sapi segar untuk kebutuhan menu berbuka puasa dan sahur.
"Selama Ramadhan, ada kenaikan pemotongan sapi di dua RPH sebanyak 4-6 ekor per hari," katanya.
Biasanya, pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram itu mencapai 60-70 ekor per hari namun kini naik menjadi 66-74 ekor per hari.
Baca juga: Distan: H-2 lebaran pemotongan sapi di RPH Mataram normal
Ia mengatakan, Kota Mataram memiliki dua RTH yakni RPH Majeluk dan RPH Gubuk Mamben Sekerbela. Pada hari normal, satu RPH memotong sapi sekitar 30 ekor hingga 35 ekor per hari.
"Tapi sejak H-1 Ramadhan, sampai hari ini terjadi kenaikan pemotongan setiap hari masing-masing 2-3 ekor," katanya.
Ia mengatakan, peningkatan pemotongan ternak sapi tersebut dinilai masih wajar dan kenaikan signifikan biasanya akan terjadi pada H-1 Idul Fitri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan hari kemenangan. Jumlah pemotongan pada dua RPH bisa mencapai 100 ekor sampai 140 ekor.
"Pada H-1 Idul Fitri, masing-masing RPH bisa memotong sapi 50 ekor hingga 70 ekor," katanya.
Baca juga: Pemotongan sapi di RPH Mataram stabil
Hapiludin, saat berbicara tentang kebutuhan daging beku untuk menstabilkan harga saat Idul Fitri, mengatakan masyarakat di Kota Mataram masih cenderung membeli daging segar meskipun harganya sedikit lebih mahal.
Selain itu, daging beku selama ini tidak boleh di jual di pasar tradisional sehingga pangsa pasar daging beku lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan hotel, restoran, dan katering (horeka).
Kalau masalah harga, tambahnya, biasa daging ada kelas kualitas masing-masing bagian organ sapi. Ada yang super, medium, dan campuran.
"Tapi biasanya harga yang disebut selalu yang super sehingga terkesan harga daging tinggi yakni mencapai Rp150.000 per kilogram. Padahal, ada juga di bawah itu karena tergantung kualitas," katanya.
Baca juga: Pemotongan sapi di RPH Kota Mataram turun hingga 50 persen
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026