Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, aktivitas pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) Mataram, sampai H-2 Lebaran 1442 Hijriah masih normal dengan jumlah pemotongan rata-rata per hari 20-30 ekor.
 
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli di Mataram, Selasa, mengatakan, kondisi itu berbeda jauh dengan kondisi tahun-tahun sebelumnya dengan jumlah pemotongan sapi di RPH bisa mencapai ratusan ekor pada H-2 sampai H-1 Idul Fitri.

"Tahun-tahun sebelumnya, pada H-2 lebaran pemotongan sapi di RPH bisa mencapai 200 ekor lebih. Tapi kondisi aktivitas RPH sekarang sangat jauh berbeda, yakni hanya memotong 20-30 ekor per hari seperti hari-hari biasa," katanya.

Menurutnya, kondisi ini terjadi diprediksi karena daya beli masyarakat yang menurun, dengan demikian harga daging sapi murni di sejumlah pasar tradisional juga stabil.

Harga daging sapi sampai sekarang masih pada angka Rp125.000 per kilogram dan sampai hari ini kenaikan harga belum terlihat, sebab jika harga dinaikkan konsumen yang beli juga tidak ada.

"Kalau untuk besok atau H-1 Idul Fitri (Rabu 12/5), kami belum tahu, kemungkinan ada peningkatan pemotongan termasuk kenaikan harga. Tapi kalau kenaikannya mencapai Rp130.000-135.000 per kilogram, masih ditoleransi karena kebutuhan," katanya.

Masih normalnya tingkat pembelian daging jelang Idul Fitri 1442 Hijriah, kata Mutawalli, terlihat juga dengan rekomendasi izin impor daging sapi beku untuk pemenuhan kebutuhan Lebaran 1442 Hijriah, yang hanya 21 ton.

"Jumlah impor daging sapi beku tersebut masih normal karena setiap bulan kita memberikan izin impor daging beku sebanyak 21-30 ton," katanya.

Menurutnya, masih normalnya izin impor daging sapi beku tersebut dipicu karena permintaan masyarakat terhadap kebutuhan daging juga relatif masih stabil sehingga berpengaruh pada daya beli.

"Untuk masalah daya beli ini menjadi ranah Bank Indonesia. Saya tidak bisa menyimpulkan kalau permintaan daging di pasar stabil berarti daya beli rendah, begitu juga sebaliknya," katanya.

Lebih jauh Mutawalli mengatakan, kebutuhan daging sapi untuk warga di Mataram yang saat ini tercatat lebih dari 100 ton per bulan. Dari jumlah itu, sekitar 25 persen diberikan peluang untuk daging impor.


 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026