"Sapi berjenis Simental dengan bobot mencapai 975 kilogram tersebut dijadwalkan tiba di Kota Mataram, nanti sore atau menjelang waktu magrib,"
Mataram (ANTARA) - Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Pertanian, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, siap melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
"Sapi berjenis Simental dengan bobot mencapai 975 kilogram tersebut dijadwalkan tiba di Kota Mataram, nanti sore atau menjelang waktu magrib," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Selasa.
Saat ini sapi bantuan Presiden tersebut masih berada di peternak di Kabupaten Lombok Tengah, dan setelah tiba di Mataram rencananya akan langsung di bawa ke Takmir Masjid Nurul Falah, Lingkungan Babidas, Kelurahan Pagesangan, Kota Mataram.
Begitu tiba, tim Distan akan melakukan pengecekan kesehatan ante-mortem atau kondisi fisik sebelum disembelih, guna memastikan sapi tersebut diterima dalam kondisi sehat dan utuh.
Setelah itu, katanya, tim kesehatan hewan kurban juga akan melakukan pemeriksaan post-mortem atau setelah disembelih, untuk memastikan kualitas daging dan organ dalam sapi merupakan daging Asuh (aman, sehat, utuh, dan halal) sehingga layak dikonsumsi masyarakat.
"Selain itu, pemeriksaan post-mortem dilakukan untuk mengantisipasi adanya berbagai kemungkinan infeksi cacing hati yang biasa terjadi pada ternak yang dipicu karena faktor makanan," katanya.
Sementara menyinggung terkait tim penyembelih sapi kurban Presiden, menurutnya, akan dilakukan langsung secara mandiri oleh takmir masjid setempat yang telah memiliki sertifikat Juru Sembelih Halal (Juleha).
Sebelumnya, sempat ada saran untuk memfasilitasi penyembelihan melalui Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mataram, namun pihak panitia setempat menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan penyembelihan sendiri.
Meski disembelih secara mandiri, tim pemeriksa kesehatan hewan dari Kota Mataram menegaskan prosedur pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem tetap akan berjalan ketat tanpa ada pembedaan perlakukan dengan ternak lainnya.
Guna memaksimalkan pengawasan terhadap sapi Presiden, tambahnya, tim wilayah Bebidas Mataram juga akan mendapatkan dukungan penuh dari tim dinas tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
"Seluruh petugas sudah diinformasikan untuk langsung merapat ke lokasi begitu armada pengangkut ternak tiba demi memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan standar kesehatan masyarakat veteriner," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026