Mataram (ANTARA) - Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menemukan penyakit mata pada seekor sapi yang dijual pengepul di Jalan Dakota, Mataram.

Sapi yang mengidap penyakit mata tersebut ditemukan Tim Kesehatan Hewan Kurban saat turun melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban di sejumlah titik, yang dipimpin langsung Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Rabu.

Johari mengatakan, penyakit mata yang diderita sapi tersebut dipicu karena debu, kemungkinan saat proses pengiriman dari daerah asal, sementara kondisi fisik masih baik dan sehat.

"Sapi yang mengidap penyakit mata sudah langsung kami berikan obat agar tidak menular ke sapi yang lain. Jika belum sembuh, besok kami tindak lanjuti lagi," katanya.

Petugas dari Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan menyemprotkan obat luka pada sapi kurban di salah satu pedagang di Jalan Dakota, Mataram, Rabu (13/5-2026). ANTARA/Nirkomala

Selain menemukan sapi dengan penyakit mata, di lokasi yang sama Tim Kesehatan Hewan Kurban juga memberikan obat luka untuk seekor sapi yang pada bagian kaki dan punggungnya luka dan dikerubuti lalat.

Baca juga: Distan Mataram menyiapkan enam dokter hewan cek kesehatan kurban

Lalat bisa membuat luka sapi semakin parah, sehingga petugas langsung memberikan obat semprot agar luka cepat kering dan tidak dikerubuti lalat.

"Luka pada sapi itu bukan penyakit kulit atau gatal tapi murni karena luka mungkin akibat gesekan saat perjalanan dari kabupaten asal," katanya.

Baca juga: Distan Mataram pastikan ketersediaan daging aman hingga Idul Adha

Lebih jauh Johari mengatakan, berdasarkan hasil pantauan dan pengecekan kesehatan hewan kurban pada hari ini kedua ini, belum ada ditemukan kasus-kasus ternak yang berbahaya seperti sapi gila atau penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Semoga sapi kurban yang sudah kami berikan obat mata dan luka hari ini, besok sudah kembali sehat," katanya.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026