Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat perubahan cuaca yang menyebabkan suhu lebih dingin dari biasanya di wilayah setempat memicu terjadinya peningkatan kasus ISPA (infeksi saluran pernapasan akut) terutama pada anak-anak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr Hj Dewi Ayu Murniati di Mataram, Rabu mengatakan, laporan dari 11 puskesmas se-Kota Mataram menyebutkan, memasuki "musim dingin" atau fenomena cuaca dingin yang muncul sejak akhir Mei 2026, mengakibatkan terjadinya peningkatan kasus ISPA pada anak-anak sekitar 10 persen.
"Dengan tingkat kunjungan rata-rata di 11 puskesmas se-Kota Mataram mencapai 80-100 kunjungan per hari," katanya.
Peningkatan pasien di puskesmas salah satunya akibat cuaca dingin, dan kasus ISPA yang ditemukan paling banyak terjadi pada anak-anak dengan gejala demam, flu, batuk, radang tenggorokan, asma, dan diare.
Menurutnya, cuaca dingin memicu peningkatan kelembaban, sehingga kuman mudah berkembang biak. Akibatnya, virus dan jamur jadi lebih gampang berkembang biak.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan aktif menggencarkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan masing-masing, serta melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk mencegah kasus demam berdarah (DBD).
Baca juga: RSUD Mataram tak berlakukan skrining COVID-19 bagi pasien
Saat cuaca dingin, potensi berkembang biak nyamuk DBD tidak terlalu, akan tetapi yang perlu diperhatikan ketika kelembaban udara tinggi biasanya umur nyamuk lebih panjang dibandingkan musim kemarau.
"Dengan umur yang lebih panjang, penularan virus dengue menjadi lebih besar," katanya.
Untuk itu, walaupun tidak ada genangan air bekas hujan, katanya, tetapi potensi genangan di pas-pas bunga, tempat minum hewan peliharaan tetap ada genangan air sehingga harus betul-betul dipantau dan melakukan PSN secara rutin.
Baca juga: Warga waspadai "head stroke" dampak cuaca panas ekstrem
Di sisi lain, Dewi mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan gejala-gejala awal penyakit. Ketika masyarakat mulai merasakan gejala penyakit seperti demam tinggi atau batuk berkepanjangan harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum kondisinya memburuk.
Masyarakat juga harus peduli dengan kesehatan diri, anak, dan keluarga sehingga ketika merasa ada gangguan kesehatan segera pergi berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.
"Petugas kami di 11 puskesmas se-Kota Mataram siap melayani warga Mataram secara gratis," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026