Mataram (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk di Taman Nasional Gunung Rinjani pada musim kemarau dan cuaca panas tahun ini.
"Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Kebakaran dapat terjadi akibat kelalaian seperti pembakaran sampah serta aktivitas lain yang menggunakan api," kata Kepala BPBD NTB Sadimin di Mataram, Rabu.
Penegasan ini disampaikan Kepala BPBD NTB Sadimin menyikapi kebakaran di Savana Propok Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Selasa (2/6).
Mengantisipasi terjadinya kebakaran tersebut, pihaknya berharap masyarakat memastikan tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan serta menghindari pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan.
Baca juga: BPBD Mataram menetapkan patroli wilayah berbasis prioritas
"Apabila terjadi kebakaran, masyarakat diminta segera melapor kepada petugas pemadam kebakaran, BPBD, aparat desa, atau pihak keamanan setempat agar dapat segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat," ujarnya.
Baca juga: BMKG memprakirakan Jakarta diguyur hujan pada Rabu sore
Diketahui kebakaran hutan dan lahan di Savana Propok TNGR, Sembalun Kabupaten Lombok Timur yang terjadi pada Selasa (2/6) pukul 11.00 Wita masih dalam tahap penyelidikan. Sedangkan luas lahan yang terbakar juga masih dalam tahap penghitungan.
"Kondisi saat ini api sudah berhasil dipadamkan dan kondisi sudah kondusif," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026