Mataram (ANTARA) - Tim Kesehatan Hewan Kurban Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menemukan puluhan penyakit kulit atau skabies pada hewan kurban yang dijual pengepul kota itu dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin di Mataram, Selasa, mengatakan, selama kegiatan pengecekan kesehatan hewan kurban pada 58 lapak pedagang se-Kota Mataram mulai 12 Mei 2026, hingga kini ditemukan sejumlah penyakit hewan kurban dan didominasi penyakit kulit sekitar 15-20 ekor.
"Selain itu, ditemukan 5 hewan kurban mengidap penyakit mata dan 15 hewan kurban ditemukan belum mencukupi syarat kurban," katanya.
Menurutnya, temuan penyakit di lapangan tersebut langsung ditangani oleh petugas dengan memberikan obat baik untuk yang penyakit kulit diberikan obat semprot agar tidak menular, sedangkan penyakit mata diberikan obat tetes mata.
Penularan penyakit kulit pada ternak itu dipicu biasanya oleh faktor kebersihan kandang yang kurang terjaga oleh para peternak atau pedagang.
Meski demikian, pihak dinas memastikan penyakit kulit ini tidak mempengaruhi kesehatan hewan secara fatal dan sebagai langkah penanganan, petugas langsung melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan memberikan obat pada hewan yang bergejala.
"Untuk penyakit menular yang lebih berbahaya seperti penyakit mulut dan kuku (PMK) maupun penyakit berbahaya lainnya, sejauh ini tim memastikan tidak ada temuan kasus sama sekali," katanya.
Baca juga: Tim kesehatan hewan kurban Mataram siap periksa sapi bantuan Presiden
Sementara untuk 15 ekor jenis hewan kurban yang ditemukan belum memenuhi syarat kurban tersebut, untuk mengantisipasi agar tidak membingungkan masyarakat yang ingin membeli hewan kurban, petugas telah memberikan arahan tegas kepada para pedagang untuk memisahkan tempat penempatan antara hewan yang sudah memenuhi syarat kurban dan hewan yang belum cukup umur.
"Pedagang beralasan, ternak yang belum cukup syarat kurban di jajakan untuk kebutuhan konsumen untuk sedekah biasa atau dikonsumsi berkelompok, bukan untuk kurban," katanya.
Hapiludin mengatakan, jumlah lapak hewan kurban se-Kota Mataram saat ini tercatat sebanyak 58 lapak. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 65 lapak.
Baca juga: ITDC menyalurkan puluhan hewan kurban untuk warga di Mandalika
"Penurunan itu kemungkinan terjadi karena berkurangnya modal dari para pedagang ternak," katanya.
Hapiludin menambahkan, tim kesehatan hewan kurban di Kota Mataram akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan dan daging kurban sampai H+3 Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
"Setelah tim memeriksa fisik hewan kurban, petugas juga akan mengecek daging dan organ dalam hewan kurban sebelum di bagi ke masyarakat untuk memastikan daging kurban tersebut layak dikonsumsi," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026