"Idul Adha mengajarkan nilai kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang kehidupan,"
Mataram (ANTARA) - Sekretaris Daerah (Sekda) Nusa Tenggara Barat, Abul Chair mengajak masyarakat setempat menjadikan Idul Adha 1447 Hijriah sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial dan persaudaraan di tengah kehidupan masyarakat.
"Idul Adha mengajarkan nilai kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT tanpa membedakan status sosial, jabatan, maupun latar belakang kehidupan," kata Sekda NTB mewakili Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal pada pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Rabu.
Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Bumi Gora dihadiri Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, bersama jajaran Pemerintah Provinsi NTB dan ribuan jamaah. Bertindak sebagai imam shalat Idul Adha, TGH. Sabarudin Abdurrahman, sementara khutbah Idul Adha disampaikan TGH Muslihuddin Mustaqim.
Dalam khutbahnya, TGH Muslihuddin Mustaqim mengajak umat Islam meneladani keikhlasan dan ketaatan Nabi Ibrahim AS serta Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah.
Menurutnya, Idul Adha bukan sekedar ritual penyembelihan hewan kurban, tetapi momentum menghadirkan nilai pengorbanan, kasih sayang, dan solidaritas sosial dalam kehidupan sehari-hari.
"Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah memberikan teladan agung tentang keikhlasan dan ketaatan. Pengorbanan yang mereka lakukan bukan karena kepentingan duniawi, melainkan semata-mata untuk menjalankan perintah Allah SWT. Ia juga menyoroti makna kesetaraan yang tercermin dalam pelaksanaan ibadah haji, ketika seluruh umat Islam hadir tanpa sekat jabatan, kekayaan, maupun status sosial.
"Ibadah haji mengajarkan kepada kita bahwa manusia adalah setara. Tidak ada perbedaan antara yang kaya dan miskin, antara pejabat dan rakyat biasa. Semua berdiri di hadapan Tuhan yang sama," katanya.
Lebih lanjut, dirinya menegaskan bahwa hakikat kurban adalah menghadirkan kepedulian sosial dan berbagi kebahagiaan dengan masyarakat yang membutuhkan.
"Hakikat kurban adalah menghadirkan kepedulian sosial. Ketika kita berbagi dengan saudara-saudara yang membutuhkan, di situlah nilai pengorbanan, kasih sayang, dan keadilan sosial diwujudkan," ungkapnya.
TGH Muslihuddin Mustaqim berharap nilai-nilai Idul Adha tidak berhenti pada seremoni ibadah semata, tetapi terus hidup dalam kehidupan masyarakat melalui sikap saling membantu, menjaga persaudaraan, dan memperkuat kebersamaan.
"Mari kita jadikan Idul Adha sebagai momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat kebersamaan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama demi terwujudnya masyarakat yang harmonis dan diridhai Allah," katanya.
Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Lapangan Bumi Gora berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah tampak mengikuti rangkaian ibadah dengan khidmat hingga akhir pelaksanaan.
Baca juga: DPRD NTB harap Sekda baru mampu tingkatkan kapasitas fiskal daerah
Baca juga: Sekda NTB siap jaga pertumbuhan ekonomi daerah
Baca juga: Gubernur NTB ibaratkan posisi Sekda seperti CEO
Pewarta : Nur Imansyah
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026