"Sekda ini bukan jabatan politis, tetapi jabatan struktural tertinggi yang mengendalikan operasional pemerintah provinsi,"

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhammad Iqbal, mengibaratkan jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) yang kini di emban Abul Chair seperti Chief Executive Officer (CEO) dalam sebuah perusahaan yang mengatur operasional harian pemerintahan.

Hal ini disampaikan Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal usai melantik Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Timur itu sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Kamis sore.

Gubernur menekankan bahwa jabatan Sekda memiliki peran strategis sebagai pengendali utama jalannya pemerintahan di tingkat internal. Oleh karena itu, ia mengibaratkan posisi Sekda seperti CEO dalam sebuah perusahaan yang mengatur operasional harian pemerintahan.

"Sekda ini bukan jabatan politis, tetapi jabatan struktural tertinggi yang mengendalikan operasional pemerintah provinsi," ujarnya.

Selain itu, orang nomor satu di NTB tersebut kemudian meminta kepada Abul Chair, untuk mengemban amanah dengan semangat kebersamaan dalam membangun daerah. Ia juga mengajak Sekda baru untuk mencintai NTB seperti tanah kelahirannya sendiri.

"Budaya NTB terbuka dan tidak mengenal istilah "pendatang", sehingga siapa pun yang mengabdi dan mencintai daerah ini adalah bagian dari keluarga besar NTB," kata Iqbal.

Oleh karena itu, Iqbal berharap kehadiran Sekda definitif dapat memperkuat fondasi pemerintahan yang selama setahun terakhir telah di bangun. Sebab, dengan fondasi yang kuat, pemerintah siap bergerak lebih cepat dalam mewujudkan berbagai visi pembangunan di NTB.

Ia juga menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen pemerintahan. Karena dengan bekerja bersama akan menghasilkan dampak yang jauh lebih besar dibandingkan bekerja sendiri-sendiri.

"Mari kita membangun NTB berjamaah, supaya hasilnya lebih besar dan lebih berkah," tegas Gubernur NTB.

Sebelum menutup sambutannya, Iqbal berharap agar Sekda yang baru dapat menjadi penggerak utama dalam memperbaiki tata kelola birokrasi dan keuangan, serta membawa NTB menuju kemajuan yang lebih pesat.

Diketahui Abul Chair terpilih menjadi Sekda Pemprov NTB melalui seleksi Sekda NTB yang dimulai sejak 6 Desember 2025, dengan masa pendaftaran dibuka hingga 20 Desember 2025. Dari total 10 pendaftar, panitia seleksi kemudian menyaring tiga kandidat terbaik yang masuk tahap akhir sebelum akhirnya dipilih satu nama untuk menduduki jabatan Sekda NTB.

Tiga nama yang bersaing untuk posisi Sekda NTB adalah Abul Chair yang saat ini menjabat sebagai Kepala BPKP Jawa Timur, Ahmad Saufi selaku Asisten Deputi Pemberdayaan dan Peningkatan Prestasi Bangsa Kemenko PMK, serta Ahsanul Khalik yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kominfotik NTB.

Selama lebih dari satu tahun kepemimpinan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal dan Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri, posisi Sekda NTB belum terisi secara definitif. Kekosongan tersebut diisi melalui skema Penjabat (Pj) oleh Lalu Moh. Faozal dan dilanjutkan dengan Pelaksana Harian (Plh) oleh Budi Herman.




Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026