Lombok Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memulai menata sistem pengelolaan dengan memperkuat penerapan sistem digitalisasi setiap transaksi di sejumlah destinasi wisata guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
"Melihat kawasan wisata Sembalun dan aktivitas pendakian gunung Rinjani cukup banyak didatangi para wisatawan, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur, akan kembangkan kawasan tersebut, untuk mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Bupati Lombok Timur Haerul Warisin di Lombok Timur, Senin.
Pemerintah daerah menyiapkan pembayaran sistem digital baik itu aktivitas ekonomi, penginapan, restoran dan lainnya. Banyaknya wisatawan yang datang ke Sembalun dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi daerah serta masyarakat setempat.
"Selama ini sektor pendakian belum sepenuhnya memberikan kontribusi maksimal bagi daerah," katanya.
Baca juga: Pertumbuhan ekonomi di Lombok Timur stabil
"Ketika orang menginap, makan, dan transaksi wisata lainnya, harus tercatat langsung secara digital, agar pajak nya masuk ke kas daerah,” ujarnya
Tidak itu saja, menurut Bupati pembagian manfaat dari aktivitas pendakian dan destinasi lain di kawasan Sembalun, sehingga pemerintah daerah sedang menyiapkan regulasi nya.
"Kemungkinan pembagian pendapatan antara pemda, desa dan kelompok sadar wisata, dari sejumlah destinasi regulasi nya sedang disusun," katanya.
Baca juga: Dinkes Lombok Timur catat 9 kasus HIV/AIDS di awal 2026
Ia mengatakan untuk pembangunan di kawasan Sembalun harus mengacu pada tata ruang, tidak boleh membangun di lokasi yang rawan bencana termasuk lahan produktif.
Pengembangan kawasan wisata Sembalun berbasis pertanian atau agrowisata yang tetap mempertahankan keindahan alamnya.
“Wisata boleh berkembang, tetapi lahan pertanian tetap harus dijaga. Jangan sampai pembangunan justru merusak daya tarik utama Sembalun,” katanya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026