Dompu, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperkuat pengelolaan data statistik sektoral guna menjaga arah kebijakan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dompu Aris Ansary di Dompu, NTB, Selasa (26/5), mengatakan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menjadi instrumen penting dalam mengukur pertumbuhan ekonomi sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan pembangunan daerah.
"PDRB digunakan untuk evaluasi kinerja, dasar penyusunan kebijakan hingga analisis daya saing daerah. Dari situ kita bisa menentukan sektor mana yang perlu diperkuat pada tahun-tahun mendatang," ujar dia.
Ia menjelaskan, nilai PDRB Kabupaten Dompu atas dasar harga berlaku (ADHB) pada 2025 mencapai Rp9,705 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) mencapai Rp5,740 triliun.
Menurut Aris, kemampuan ekonomi Dompu menunjukkan tren meningkat sejak 2021 hingga 2025 dengan sektor pertanian masih menjadi penopang utama ekonomi daerah.
"Sektor pertanian mendominasi struktur ekonomi Dompu sebesar 40,44 persen, kemudian disusul sektor perdagangan sebesar 16,33 persen," katanya.
Mantan Kadis PUPR itu menilai, sektor perdagangan memiliki keterkaitan erat dengan pertumbuhan sektor pertanian karena menjadi faktor pendukung distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain itu, sektor administrasi pemerintahan dan jaminan sosial menyumbang sekitar 8,71 persen terhadap PDRB atau setara Rp845 miliar, sementara sektor konstruksi berkontribusi sebesar 7,61 persen atau sekitar Rp738 miliar.
Baca juga: Pemkab Dompu perkuat statistik sektoral jaga arah pertumbuhan ekonomi 2026
Namun demikian, sektor konstruksi mengalami perlambatan di 2025 akibat berkurangnya alokasi dana transfer pusat, terutama DAK, yang selama ini menjadi salah satu penggerak proyek pembangunan daerah.
Dari sisi pengeluaran, Aris mengatakan pertumbuhan ekonomi Dompu masih didominasi konsumsi rumah tangga yang menjadi penopang utama distribusi PDRB daerah.
"Konsumsi rumah tangga masih menjadi andalan dan sektor yang potensial dilirik pelaku usaha karena kontribusi-nya paling besar terhadap distribusi PDRB," katanya.
Baca juga: Hasil penelitian sastra lisan Dompu diperkuat lewat festival budaya dan HAKI
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Dompu Ahwan Hadi mengatakan pertumbuhan ekonomi pada dasarnya merekam seluruh aktivitas ekonomi masyarakat di berbagai sektor.
"Kalau kita ingin melihat kemajuan suatu daerah, maka yang dilihat adalah aktivitas ekonominya. Aktivitas ekonomi bisa berjalan baik kalau didukung stabilitas keamanan, politik, hingga ketahanan pangan dan energi," ujar dia.
Menurut dia, stabilitas daerah menjadi faktor penting yang mempengaruhi kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat sehingga unsur pertahanan dan keamanan turut dilibatkan dalam pembahasan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ahwan menjelaskan, BPS berperan sebagai lembaga yang mengagregasi dan menghitung data dari berbagai OPD teknis.
Ia mencontohkan, peningkatan bantuan sosial dapat mendorong konsumsi rumah tangga yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kalau konsumsi masyarakat naik, berarti aktivitas ekonomi juga meningkat karena masyarakat membelanjakan uang-nya untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Selain sektor sosial, Ahwan menyebut sektor kelautan dan perikanan juga memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah apabila aktivitas produksi dan dukungan terhadap nelayan meningkat.
Ia menambahkan, penyediaan data sektoral yang akurat menjadi kebutuhan utama dalam mendukung kualitas statistik pembangunan daerah. BPS secara rutin meminta data pendukung kepada OPD terkait, seperti BPKAD, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian hingga instansi lainnya.
"Selain mengumpulkan data dari instansi pemerintah, BPS juga melakukan survei langsung terhadap sektor swasta guna memastikan kualitas dan akurasi data ekonomi daerah tetap terjaga," katanya.
Pewarta : Nur Imansyah, Ady Ardiansah
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026