Mataram (ANTARA) - Dinas Pertanian Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat memastikan stok daging sapi segar untuk kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026 aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Karena itu, masyarakat jangan panik 'buying' dan tidak melakukan pembelian daging secara berlebihan," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Lalu Johari di Mataram, Sabtu.
Berdasarkan data, populasi sapi di peternak di Kota Mataram tercatat sekitar 1.048 ekor. Untuk membantu memenuhi kebutuhan, sapi yang dipotong pada dua rumah potong hewan (RPH) yang ada di Kota Mataram, berasal dari peternak kabupaten/kota penyangga di Pulau Lombok termasuk dari Pulau Sumbawa.
Bahkan hampir setiap hari pihak Dinas Pertanian menandatangani rekomendasi untuk pemasukan dan pemotongan ternak dari Pulau Sumbawa.
"Karena itu, masyarakat jangan khawatir akan kekurangan stok daging sapi segar," katanya.
Baca juga: Harga daging sapi di Mataram tembus Rp140.000 per kilogram jelang Lebaran
Meskipun sejak H-1 Ramadhan 1447 Hijriah terjadi peningkatan pemotongan sapi di dua RPH yakni di RPH Majeluk dan Sekarbela, namun sejauh ini kondisinya masih aman.
Kenaikan pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram mencapai 4-6 ekor per hari, kondisi itu terjadi karena animo masyarakat membeli daging sapi untuk kebutuhan menu berbuka dan sahur meningkat.
Biasanya pemotongan sapi di dua RPH Kota Mataram mencapai 60-70 ekor per hari namun kini naik menjadi 66-74 ekor per hari.
Pada hari normal, satu RPH memotong sapi sekitar 30 ekor hingga 35 ekor per hari.
"Tapi sejak H-1 Ramadhan, sampai hari ini terjadi kenaikan pemotongan setiap hari masing-masing 2-3 ekor," katanya.
Baca juga: Disdag Mataram sebut harga daging sapi naik
Peningkatan pemotongan ternak sapi tersebut dinilai masih wajar dan kenaikan signifikan biasanya akan terjadi pada H-1 Idul Fitri, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang akan merayakan hari kemenangan. Jumlah pemotongan pada dua RPH bisa mencapai 100 ekor sampai 140 ekor.
"Pada H-1 Idul Fitri, masing-masing RPH bisa memotong sapi 50 ekor hingga 70 ekor. Jadi masyarakat jangan panik, sebab stok kami aman," katanya.
Di sisi lain, Johari mengatakan harga daging yang beredar saat ini dinilai masih relatif stabil dengan kenaikan maksimal sekitar Rp10.000.
Untuk harga sejauh ini dinilai masih stabil meskipun ada fluktuasi dan kenaikan namun dianggap wajar dan masih dalam batas normal mengingat tingginya permintaan pasar selama bulan puasa dan menjelang Idul Fitri.
"Dengan jaminan stok yang melimpah dan harga yang terkendali, masyarakat kami harapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa harus khawatir akan kekurangan pasokan daging sapi di pasar," katanya.
Baca juga: Disdag Mataram menyarankan Distan siapkan daging sapi beku selama Maulid
Baca juga: H-1 Idul Fitri harga daging sapi di Kota Mataram naik
Baca juga: Distan Mataram menyiapkan 30 ton daging sapi beku impor
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026