Mahasiswa tewas, Banjir dan Pohon tumbang terjang Bima

id Cuaca Ekstrim, Bencana Hidrometeorologi, Pohon Tumbang,Kabupaten Bima, BPBD Kabupaten Bima

Mahasiswa tewas, Banjir dan Pohon tumbang terjang Bima

Petugas dan warga berjibaku membersihkan pohon tumbang di ruas jalan Wera–Bima, Desa Nangawera, Kabupaten Bima, NTB, Kamis (22/1/2026), guna membuka kembali akses lalu lintas yang terputus akibat cuaca ekstrem. (ANTARA/HO-BPBD Kabupaten Bima)

Bima (ANTARA) - Seorang mahasiswa tewas tertimpa pohon tumbang saat hujan lebat disertai angin kencang melanda Kabupaten Bima dan sekitarnya, Kamis, dengan dampak banjir serta gangguan akses jalan yang masih meluas di sejumlah kecamatan.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Rizki Aditya (20), mahasiswa asal Desa Wora, yang tertimpa pohon saat melintas di jalan raya lintas Wera–Bima, tepatnya di Desa Nangawera, Kecamatan Wera, Kamis malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda mengatakan cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang terjadi sejak pagi hingga dini hari.

"Angin kencang menyebabkan pohon berukuran besar tumbang dan menimpa dua mahasiswa yang berboncengan sepeda motor. Satu korban meninggal dunia di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka kritis dan sedang menjalani penanganan medis,” ujar Nurul Huda.

Baca juga: Cuaca ekstrem rusak rumah warga dan Jembatan di Dompu

Peristiwa tersebut sempat melumpuhkan arus lalu lintas Wera–Bima setelah batang pohon besar menutup badan jalan. Kemacetan juga terjadi di beberapa titik lain, di antaranya Desa Mandala, Kecamatan Wera, serta Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, sebelum akhirnya pohon tumbang dibersihkan oleh petugas bersama warga.

"Cuaca ekstrem juga mengakibatkan kerusakan rumah warga. Di Desa Ranggasolo, Kecamatan Wera, satu unit rumah panggung mengalami kerusakan pada bagian atap dan dinding akibat terjangan angin kencang. Satu kepala keluarga terdampak dengan kerugian material diperkirakan mencapai Rp10 juta," jelasnya.

Sementara itu, banjir melanda Kecamatan Tambora, khususnya Desa Labuan Kananga, setelah drainase tidak mampu menahan debit air kiriman dari pegunungan. Sebanyak 48 rumah warga terendam dengan ketinggian air berkisar antara 10 hingga 30 sentimeter.

Baca juga: BMKG deteksi Bibit Siklon Tropis 91S di perairan selatan NTB

Banjir tersebut juga merendam SDN 02 Labuan Kananga dan kantor desa, sehingga mengganggu aktivitas pendidikan dan pelayanan publik. Meski demikian, tidak ada laporan pengungsian karena air telah berangsur surut.

"Sebanyak 48 kepala keluarga terdampak banjir. Saat ini warga melakukan pembersihan lumpur, sementara kerugian lahan pertanian dan infrastruktur lainnya masih dalam proses pendataan," kata Nurul Huda.

BPBD Kabupaten Bima mencatat kebutuhan mendesak di wilayah terdampak meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, serta peralatan penunjang penanganan bencana. Tim BPBD bersama aparat TNI-Polri dan pemerintah desa telah melakukan kaji cepat, pendataan, serta penanganan darurat di lokasi terdampak.

BPBD mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dan dapat memicu bencana susulan seperti banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor, khususnya di wilayah rawan.

Baca juga: Hadapi cuaca ekstrem, NTB siapkan lima langkah lindungi sentra pangan

Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.