Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama sepekan ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG NTB Rafa Zafirah Istiqomah mengatakan cuaca ekstrem itu diprakirakan berlangsung mulai 2 hingga 8 Maret 2026.
"Selama tujuh hari ke depan, cuaca NTB umumnya diprakirakan cerah berawan hingga hujan lebat," kata dia di Mataram, Senin.
Rafa menuturkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai sambaran petir dan angin kencang dengan kecepatan maksimum mencapai 35 kilometer per jam.
Baca juga: Waspada! BMKG peringatkan banjir rob di pesisir Lombok dan Sumbawa
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima, hingga Kota Bima.
Berdasarkan analisa BMKG, dinamika atmosfer yang memicu kondisi cuaca ekstrem tersebut antara lain kemunculan pusat tekanan rendah dan bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia.
Bibit siklon tropis 90S terpantau berada di Samudera Hindia sebelah barat daya Pulau Jawa yang perlahan bergerak ke arah timur. Sedangkan, pusat tekanan rendah muncul di Teluk Carpentaria, Australia.
Selain bibit badai tropis dan pusat tekanan rendah ada pula konvergensi dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Nusa Tenggara Barat.
Baca juga: BMKG: Waspadai hujan di berbagai daerah
Berbagai fenomena gangguan atmosfer tersebut berpotensi menimbulkan gelombang tinggi di sejumlah perairan selatan NTB yang dapat mencapai dua meter atau lebih, terutama Selat Lombok bagian selatan, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, perairan selatan Sumbawa, serta Samudra Hindia selatan NTB.
Selama periode 2-8 Maret 2026, suhu udara di NTB diprediksi berkisar antara 22 hingga 32 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara relatif tinggi mencapai 62 hingga 100 persen.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak cuaca ekstrem, terutama saat pagi hingga dini hari," katanya.
Baca juga: Cuaca tak bersahabat, Menhub tekankan mitigasi mudik Lebaran 2026
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026