Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi turun di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) selama sepekan ke depan pada periode 13-19 April 2026.
"Hujan berpotensi turun di sebagian besar wilayah NTB, kecuali Kota Bima," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok Tengah Dhian Yulie Cahyono di Mataram, Senin.
Pada 13-15 April 2026, kondisi umum cuaca cerah berawan hingga hujan ringan. Hujan intensitas 0,1 sampai 5 milimeter per jam tersebut diprakirakan terjadi Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Memasuki periode 16-19 April 2026, kata dia, intensitas hujan berpotensi meningkat menjadi sedang dengan sebaran yang juga relatif merata di wilayah NTB.
"Selama sepekan ke depan kecepatan maksimum angin dapat mencapai 30 hingga 37 kilometer per jam dengan suhu udara bervariasi antara 22 sampai 35 derajat Celcius," ucap dia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat mengingat saat ini masih dalam periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau.
Musim kemarau yang melanda Nusa Tenggara Barat berpotensi terjadi selama 25 hingga 27 dasarian atau setara delapan hingga sembilan bulan ke depan.
Baca juga: BMKG mengimbau warga manfaatkan peluang hujan guna antisipasi kekeringan
Awal musim kemarau dimulai pada April 2026, sedangkan periode puncak diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 yang melanda sekitar 89 hingga 90 persen wilayah NTB.
Prakirawan Stasiun Klimatologi BMKG NTB Suci Agustiarini mengungkapkan daerah paling awal memasuki musim kemarau adalah Bima atau lengkungan bagian timur Pulau Sumbawa.
Baca juga: Hari Sabtu, BMKG prakirakan sebagian wilayah Indonesia hujan ringan
Di Pulau Lombok, daerah yang mengalami musim kemarau paling cepat meliputi Lombok Timur bagian timur, Lombok Utara bagian utara, Lombok Barat bagian selatan, dan Lombok Tengah bagian selatan. Kawasan pesisir tersebut mulai memasuki musim kemarau pada awal April 2026.
BMKG memprediksi daerah terakhir yang memasuki musim kemarau adalah kawasan sekitar Gunung Rinjani dan Gunung Tambora. Kedua daerah itu diperkirakan mengalami musim kemarau pada awal Mei 2026.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026