Mataram (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan intensitas ringan berpeluang mengguyur sebagian besar wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sepekan ke depan.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Kadek Katriavi di Mataram, Senin, mengatakan kondisi cuaca secara umum didominasi cerah hingga cerah berawan.
"Hujan ringan masih berpotensi terjadi di NTB pada awal Mei 2026," ujar dia.
Pada 4 sampai 6 Mei 2026, cuaca di NTB secara umum diprakirakan cerah berawan hingga hujan ringan. Potensi hujan ringan tersebut dapat disertai petir dan angin kencang, terutama di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Bima, dan Dompu.
Katriavi menuturkan suhu udara berkisar antara 23 sampai 33 derajat Celcius. Arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 35 kilometer per jam.
Memasuki periode 7 sampai 10 Mei 2026, pola cuaca relatif serupa berupa cerah hingga hujan ringan. Hujan berpotensi terjadi di wilayah Lombok Barat, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Bima, dan Dompu dengan suhu udara berkisar 23 hingga 32 derajat Celsius.
Baca juga: BMKG memprakirakan Jakarta diselimuti awan tebal pada Minggu pagi
"Angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan dari timur hingga selatan. Kecepatan angin maksimum mencapai 35 kilometer per jam," kata Katriavi.
Ia mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba lantaran beberapa daerah masih dalam proses peralihan musim, meski sebagian sudah memasuki musim kemarau.
Berdasarkan pemberitaan sebelumnya, Stasiun Klimatologi BMKG NTB memprediksi hujan masih tergolong tinggi di wilayah Nusa Tenggara Barat pada dasarian I Mei 2026 atau periode 1 sampai 10 Mei.
Baca juga: Peluang hujan masih tinggi di NTB awal Mei 2026
Peluang curah hujan di atas 50 milimeter per dasarian mencapai 80 hingga lebih dari 90 persen dan merata di hampir seluruh provinsi tersebut. Bahkan, hujan dengan intensitas lebih dari 100 milimeter per dasarian sebesar 60 sampai 90 persen berpotensi terjadi hampir di seluruh wilayah Pulau Lombok, Kabupaten. Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa.
Analisa BMKG menyebutkan musim kemarau tahun ini memiliki karakter yang lebih kering dan berdurasi lebih panjang ketimbang kondisi normal. NTB mengalami puncak kemarau pada Juli sampai September 2026.
Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026