Lombok Timur (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyalurkan insentif bagi guru tidak tetap (GTT) dan pegawai tidak tetap (PTT) di satuan pendidikan PAUD, TK, dan kelompok bermain (KB).

Ketua Baznas Kabupaten Lombok Timur Muhammad Kamli di Lombok Timur, Rabu, mengatakan bahwa penyaluran insentif tersebut merupakan bagian dari program Baznas Peduli yang secara khusus menyasar para pendidik di jenjang TK, PAUD, dan KB.

"Program ini merupakan hasil kolaborasi Baznas bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melalui gerakan pengumpulan zakat, infak, dan sedekah," katanya.

Pada tahap awal pendistribusian insentif dilaksanakan di tujuh kecamatan yakni di Sakra Timur, Keruak, Labuhan Haji, Terara, Sakra, Sakra Barat, dan Jerowaru.

"Total penerima manfaat 326 lembaga pendidikan dengan sekitar 1.346 pendidik," katanya.

Baca juga: Baznas Lombok Timur meningkatkan kesejahteraan UMKM

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan tahap pertama dengan mengakomodasi tujuh kecamatan," tambah dia.

Ia mengatakan untuk tahap berikut akan dilaksanakan di 14 kecamatan lainnya, sehingga mencakup seluruh 21 kecamatan di Lombok Timur.

"Kegiatan ini direncanakan berlangsung secara berkelanjutan setiap semester atau enam bulan sekali," katanya.

Selain itu, Baznas Lombok Timur juga masih menyisakan program penyaluran insentif tahun 2025 untuk guru madrasah pada jenjang RA dan MI.

"Adapun besaran insentif yang diberikan pada kegiatan ini adalah Rp300.000 per orang," katanya.

Baca juga: Baznas salurkan bantuan kepada korban banjir bandang di Lombok Timur

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru TK dan PAUD atas dedikasi, keikhlasan, serta kesabaran dalam mendidik anak-anak usia dini.

Bupati juga menyoroti pengabdian para guru TK dan PAUD yang meskipun memiliki keterbatasan waktu mengajar, namun tetap menjalankan peran penting dalam membentuk dasar ilmu, moral, sikap, dan karakter anak didik, sembari mencari nafkah di bidang lain.

“Menjadi guru sudah dicatat oleh Allah sebagai pahlawan, terlebih guru yang mengajarkan ilmu paling dasar kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Baca juga: Koalisi Pemuda Muslim Progresif kawal Pansel Baznas Lombok Timur



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026