Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah menyiapkan lahan eks galian C untuk mengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat (SR).
"Lahan pembangunan Sekolah Rakyat itu masuk LP2B, sehingga menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk menggantikan fungsi lahan yang digunakan tersebut," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan pengganti lahan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut telah ada yakni lahan eks galian C yang dijadikan LP2B dan hal tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat yakni Kementerian Pertanian (Kementan) RI.
Oleh karena itu untuk lahan pengganti LP2B tersebut tidak ada persoalan dan posisi dokumen pengajuan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut saat ini telah di Kementerian Sosial (Kemensos).
"Lahan pengganti tidak ada masalah," katanya.
Ia mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat tersebut memang terkendala lahan pengganti LP2B, namun hal tersebut telah disiapkan dan dipastikan pembangunan sekolah tersebut bisa direalisasikan pada 2026.
"Sawah ini harus dilindungi untuk menjaga ketahanan pangan," katanya.
Baca juga: Sekolah Rakyat masuk prioritas APBD Lombok Tengah 2026
Sebelumnya Pemkab Lombok Tengah telah menyiapkan lahan 10 hektare di Kecamatan Pringgarata untuk pembangunan Sekolah Rakyat yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia mengatakan biaya pembangunan Sekolah Rakyat itu berasal dari pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN, termasuk untuk pembangunan fasilitas dan pemenuhan tenaga pendidik.
"Pemerintah daerah hanya menyiapkan lahan dan murid," kata Bupati Pathul Bahri.
Ia mengatakan jenjang pendidikan yang akan dibangun di Sekolah Rakyat itu bisa jenjang SD, SMP dan SMA atau bisa semua jenjang, namun untuk yang akan dibangun di Lombok Tengah harus direncanakan sesuai dengan data jumlah warga kurang mampu di Lombok Tengah.
"Murid Sekolah Rakyat itu dari warga kurang mampu atau yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah usulkan pengganti LP2B untuk sekolah rakyat
Ia mengatakan tujuan pembangunan Sekolah Rakyat untuk memberikan pendidikan berkualitas dan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan harapan memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Tujuan juga untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berdaya saing dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Sekolah Rakyat ini dirancang menyerupai sekolah asrama, sehingga peserta didik maupun tenaga pendidik harus tetap tinggal di sekolah itu, sehingga fasilitas di sekolah itu dibangun cukup lengkap baik itu gedung sekolah, asrama dan fasilitas lainnya.
"Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat Lombok Tengah, agar Sekolah Rakyat ini bisa terwujud," katanya.
Baca juga: Wabup Lombok Tengah pastikan lahan sekolah rakyat penuhi syarat
Baca juga: Lombok Tengah kirim dokumen pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026