Lombok Tengah (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengusulkan lahan pengganti lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) kepada Kementerian Pertanian yang digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
"Pengganti LP2B untuk pembangunan Sekolah Rakyat telah kami usulkan. Kami menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian," kata Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri di Lombok Tengah, Rabu.
Ia mengatakan, syarat untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kecamatan Pringgarata telah siap semua, hanya saja tinggal menunggu rekomendasi dari Kementerian Pertanian terkait lahan pengganti LP2B tersebut.
"Tinggal satu syarat itu yang belum, sehingga diusulkan lahan pengganti," katanya.
Baca juga: Wabup Lombok Tengah pastikan lahan sekolah rakyat penuhi syarat
Ia mengatakan, luas lahan pengganti LP2B yang disiapkan itu sekitar 20 hektare atau dua kali lipat dari lahan yang digunakan untuk pembangunan sekolah rakyat tersebut yakni 10 hektare.
"Lokasi lahan pengganti di Kecamatan Praya," katanya.
Menurutnya, syarat pembangunan sekolah rakyat tersebut memang cukup ketat, karena Kabupaten Lombok Tengah telah ditetapkan menjadi kabupaten penyangga pangan nasional.
Sehingga, lahan yang digunakan dalam pembangunan Sekolah Rakyat tersebut, harus diganti dengan tujuan supaya produksi pangan di Lombok Tengah tetap terjaga.
"Kabupaten Lombok Tengah telah ditetapkan menjadi daerah penyangga pangan nasional," katanya.
Baca juga: Lombok Tengah kirim dokumen pembangunan Sekolah Rakyat ke Kemensos
Ia mengatakan jenjang pendidikan yang akan dibangun di Sekolah Rakyat di antaranya SD, SMP dan SMA, sehingga hal itu harus direncanakan dengan baik, supaya program itu berjalan sesuai harapan.
"Murid Sekolah Rakyat itu dari warga kurang mampu atau yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," katanya.
Ia mengatakan, tujuan pembangunan Sekolah Rakyat untuk memberikan pendidikan berkualitas dan gratis kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan harapan memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
"Tujuan juga untuk menciptakan generasi yang lebih baik dan berdaya saing dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045," katanya.
Sekolah Rakyat ini dirancang menyerupai sekolah asrama, sehingga peserta didik maupun tenaga pendidik harus tetap tinggal di sekolah itu.
"Sehingga fasilitas di sekolah itu dibangun cukup lengkap baik itu gedung sekolah, asrama dan fasilitas lainnya," katanya.
Baca juga: DPRD Lombok Tengah dukung pembangunan SR
Baca juga: Lombok Tengah siapkan lahan 10 hektare untuk Sekolah Rakyat
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026