Mataram, NTB (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggelar kegiatan bazar gerakan pangan murah (GPM) dalam rangka Hari Pangan Sedunia (HPS) 2023 sekaligus pengendalian inflasi.

"Untuk di Kota Mataram, GPM kita laksanakan di Kelurahan Dasan Agung Baru," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Mataram Lalu Johari di Mataram, NTB, Senin.

Kegiatan GPM yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dalam rangka HPS 2023 tersebut dirangkaikan juga dengan arahan Kepala Badan Pangan Nasional secara virtual.

Johari mengatakan kegiatan GPM ini dilaksanakan juga dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan sekaligus pengendalian inflasi.

"Untuk bazar GPM, kami melibatkan 14 distributor yang menjual kebutuhan pokok dengan harga di bawah harga pasar," katanya.

Menurutnya, komoditas yang dijual di GPM merupakan komoditas pembentuk inflasi (volatile food) antara lain beras, gula konsumsi, bawang putih, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, telur ayam ras dan minyak goreng serta komoditas pangan lainnya yang disediakan langsung oleh petani, peternak, atau gabungan kelompok tani (gapoktan).

Pasalnya, sebagai daerah barometer inflasi, Kota Mataram menjadi salah satu wilayah yang peka terhadap gejolak harga pangan, sehingga perlu dilakukan kegiatan GPM masif.

Untuk mengoptimalkan pelaksanaan GPM, DKP melibatkan para pemangku kepentingan selain distributor bahan pokok, juga dilibatkan para pelaku usaha pangan lainnya, Bank Indonesia, Bulog serta dinas/instansi terkait.

"Distributor dan pelaku usaha pangan yang kita libatkan sebanyak 14 itu menjual kebutuhan pokok di bawah harga pasar," katanya.

Dengan demikian, kegiatan GPM ini dapat membantu mendekatkan masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah atau di bawah harga pasar.

Beberapa kebutuhan pokok yang dijual di GPM tersebut antara lain, beras medium dijual Rp10.900 per kilogram, minyak goreng Minyakita Rp14.000 per liter, gula pasir Rp14.000-Rp15.000 per kilogram, dan telur ayam ras Rp48.000-Rp55.000 per 30 butir.


Selain itu, ada juga komoditas bawang merah, bawang putih, tomat, cabai, aneka sayur-sayuran, buah, dan lainnya.

"Selisih harga pasar dengan harga di GPM sekitar Rp1.000 hingga Rp3.000 per satu jenis barang. Jadi, kegiatan GPM ini sangat membantu masyarakat," katanya.

Lebih jauh, Johari menambahkan untuk pelaksanaan GPM serentak bersamaan dengan HPS dimanfaatkan juga untuk berkoordinasi dengan Perum Bulog guna optimalisasi penyaluran beras SPHP di pasar tradisional pantauan BPS beserta pasar turunannya.

Pasar pantauan BPS di Kota Mataram meliputi Pasar Mandalika, Pagesangan, dan Pasar Kebon Roek.

"Karena itu, kami juga melaksanakan rapat koordinasi bersama anggota TPID dan Satgas Pangan membahas sinergi bersama dalam menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan bahan pangan serta stabilisasi harga pangan sehingga pengendalian inflasi dapat terjaga," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024