Jakarta (ANTARA) - Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan mengaku tidak berencana untuk menambah dana kampanye untuk menopang keikutsertaan dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Anies menegaskan bahwa ia bersama calon wakil presiden Muhaimin Iskandar berkontestasi dalam Pilpres sebagai gerakan rakyat, sehingga akan lebih banyak mengandalkan iuran.

"Tidak (menambah). Ini memang di mana-mana patungan betul-betul, iuran. Jadi ini adalah gerakan rakyat," kata Anies ketika ditanya terkait dana kampanye paling rendah berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Rabu malam.

Ia mencontohkan alat peraga kampanye seperi baliho dan spanduk Anies-Muhaimin (AMIN) berasal dari sumbangan masyarakat, sehingga meski dana kampanye mereka paling rendah tapi sudah dirasa cukup.

Menurut Anies kekuatan iuran atau patungan dalam memperjuangkan kepemimpinan masa depan ini merupakan wujud gerakan rakyat yang ingin adanya perubahan.

Ia menjelaskan bahwa apa yang terjadi saat ini bukti nyata gerakan masyarakat, sehingga ia bertambah semangat untuk terus berkampanye dan nantinya bisa terpilih sebagai presiden 2024. "Itu yang membuat kami semakin bersemangat. Kalau ini bukan top-down, ini adalah gerakan yang melibatkan semua," kata Anies.

KPU merilis data dana awal kampanye pasangan AMIN sebesar Rp1 miliar dan itu menjadi angka terkecil dibandingkan dua pasangan lain.

KPU telah menetapkan tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden menjadi peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Baca juga: Dukungan JK ke capres Anies lebih besar dari sekadar masuk struktur tim
Baca juga: Capres Prabowo-Gibran akan bangun 10 kota inovasi mandiri

Hasil Pengundian dan penetapan nomor urut peserta Pilpres 2024 pada Selasa, (14/11), pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.

KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Kemudian, jadwal pemungutan suara pada 14 Februari 2024.



 

Pewarta : Khaerul Izan
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024