Bangkalan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mempercepat pembangunan gedung baru Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syariaf Ambami Rato Ebuh (Syamrabu) untuk memfasilitasi banyaknya pasien yang ditangani rumah sakit itu, setelah pemkab memberlakukan program Universal Health Coverage (UHC).

"Berdasarkan informasi yang kami terima serta keluhan yang disampaikan masyarakat bahwa pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit selama ini selalu penuh. Karena itu, pembangunan kami percepat, agar keberadaan rumah sakit baru bisa segera dioperasikan," kata Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Arief M Adie seusai berkunjung ke rumah sakit itu, Rabu.

Ia menjelaskan, gedung baru RSUD Syamrabu Bangkalan nantinya terdiri atas lima lantai. dan tahap pertama dibangun tiga lantai.

"Tadi, kami sudah meminta kepada direktur agar program pembangunan gedung tersebut segera dieksekusi. Saat ini RSUD merupakan badan layanan umum daerah (BLUD), sehingga bisa mengelola keuangan sendiri," katanya.

Arief menjelaskan, saat ini hampir semua penduduk di Kabupaten Bangkalan sudah tercakup dalam program UHC.

Sejak program tersebut diluncurkan, fasilitas layanan kesehatan di berbagai tingkatan memang cenderung membeludak, baik di tingkat kecamatan, yakni pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) ataupun di tingkat kabupaten, yakni di rumah sakit, ujarnya.

Ia menuturkan, jumlah total warga Bangkalan yang tercakup dalam program UHC itu sebanyak 1.068.717 jiwa. Sebelum UHC, hanya 680.219 jiwa atau sekitar 63,65 persen dari total jumlah di wilayah itu.

Sementara di satu sisi, perluasan cakupan program layanan kesehatan itu, tidak diimbangi dengan peningkatan kapasitas tampung sarana kesehatan.

"Karena itu, pembangunan atau perluasan kapasitas tampung rumah sakit menjadi kebutuhan, agar semua masyarakat bisa terlayani dengan baik," katanya.

Sementara itu Direktur RSUD Syamrabu Bangkalan Farhat Suryaningrat menjelaskan, rencana pembangunan gedung itu untuk mengurai antrian yang kerap terjadi di rumah sakit plat merah yang di pimpinannya.

"Gedung 5 lantai itu rencananya di bawah akan dijadikan poli penyakit dalam dan syaraf, kemudian di lantai 2 dan 3 tempat cuci darah lalu 4 dan 5 ruang rawat inap penyakit dalam dan saraf. Gedung ini untuk mengurai antrian yang sering terjadi di depan," jelasnya.

Baca juga: Sambut 2024, RSUD Mataram berkomitmen berikan layanan paripurna
Baca juga: RSUD Serang Banten melakukan penyesuaian tarif layanan kesehatan

Pembangunan itu lanjut Farhat, dipastikan tidak akan mengganggu pelayanan RSUD pada masyarakat. Pihaknya akan membuat beberapa rekayasa pelayanan.

"Kami akan rekayasa ruangan, rencananya yang akan dibongkar ruangan pasien isolasi, jadi sementara akan kita pindahkan, kemudian lorong-lorong akan kita manfaatkan," katanya.

 

Pewarta : Abd Aziz
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024