Makassar (ANTARA) - Pemerintah Inggris melalui British Embbassy dan UK International Development berkolaborasi dengan LSM lokal BerdayaBareng menggelar Program Akses Digital di tujuh kota di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

"Program ini bertujuan mendukung inklusi digital dan keuangan bagi perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas," kata Founder BerdayaBareng, Nicky Clara, disela Festival Digital dan Keuangan Iklusif di Makassar, Sabtu.

Dia mengatakan, kegiatan ini merupakan inagurasi dari program pelatihan inklusi selama empat hingga enam bulan dengan jumlah peserta sebanyak 792 orang dari tujuh kota di KTI.

Ketujuh kota lokasi pembelajaran tersebut adalah Samarinda, Balikpapan, Manado, Kendari, Makassar, Maros dan Gowa. Tiga lokasi terakhir berada di Sulawesi Selatan.Menurut Nicky, program bersama Kedutaan Inggris di Jakarta ini adalah putaran kedua pelatihan literasi digital dan keuangan inklusif sejak Juni hingga Desember 2023 lalu.

Sementara penutupan program yang dilaksanakan hari ini di Makassar, pihak panitia menampilkan berbagai kegiatan seperti peluncuran publik Sistem Manajemen Pembelajaran (LMS) setaraberdaya.com, pameran produk UMKM, talkshow pemberdayaan dari pemuda dan perempuan inspiratif, sesi berbagi informasi tentang Beasiswa Chevening ke Inggris.

Sementara itu, Program Manager dan Kebijakan Akses Digital Kedutaan Inggris di Jakarta, Rita Darmayanti, mengatakan Program Akses Digital Pemerintah Inggris ini bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi digital dan layanan keuangan.

Program ini juga memberikan kesempatan kepada perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas untuk memperoleh keterampilan literasi digital dan keuangan yang diperlukan dalam era digital saat ini. Melalui kerja sama dengan mitra lokal BerdayaBareng, program itu dapat dilaksanakan dengan lebih efektif di daerah Indonesia Timur.

Baca juga: Danrem 162/Wira Bhakti mengajak 200 anak disabilitas olahraga bersama
Baca juga: Disnaker Mataram berikan pelatihan kerja 20 penyandang disabilitas

Acara penutupan program menjadi ajang untuk memamerkan hasil dari pelatihan literasi digital dan keuangan inklusif yang telah dilakukan selama enam bulan. Peserta program dapat memamerkan tugas akhir mereka mengenai literasi digital dan keuangan serta pemasaran digital.

Selain itu, acara tersebut juga memberikan informasi tentang Beasiswa Chevening yang dapat membantu masyarakat Indonesia dalam meningkatkan keilmuan dan ketrampilan di bidang
teknologi digital dan layanan keuangan.
    Festival Digitlal dan Keuangan Inklusif di Makassar yang diresmikan pada Sabtu (13/1/2-24). (ANTARA/Suriani Mappong)
 

Pewarta : Suriani Mappong
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024