Disnaker Mataram berikan pelatihan kerja 20 penyandang disabilitas
Senin, 11 Desember 2023 20:08 WIB
Kepala Disnaker Kota Mataram Rudi Suryawan (depan kiri) menyerahkan paket peralatan tata rias saat membuka pelatihan tata rias bagi penyandang disabilitas di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Senin (11/12/2023). (ANTARA/HO-Disnaker Kota Mataram)
Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memberikan pelatihan kerja kepada 20 penyandang disabilitas agar produktif dan mandiri meskipun dalam keterbatasan. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Rudi Suryawan di Mataram, Senin, mengatakan kegiatan itu berupa pelatihan kerja bidang tata rias.
"Kegiatan kita laksanakan selama lima hari bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Salon Ideal," katanya seusai membuka kegiatan pelatihan.
Dia mengatakan sasaran pelatihan kerja bagi disabilitas ini bekerja sama dengan Dinas Sosial yang memiliki basis data agar bisa tepat sasaran. Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai peralatan untuk tata rias agar mereka setelah pelatihan, bisa langsung praktik di rumah masing-masing.
"Dengan keterampilan dan peralatan yang dimiliki, ke depan mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri sehingga mampu mandiri," katanya.
Rudi mengatakan guna pelatihan kerja ini dialokasikan anggaran Rp300 juta, termasuk untuk dua pelatihan kerja lainnya dengan jumlah peserta 80 orang. Total warga yang mendapat kesempatan pelatihan kerja tahun ini 100 orang, yakni 20 penyandang disabilitas dan masing-masing 40 orang untuk pelatihan menjahit dan teknik potong rambut.
"Untuk pelatihan menjahit dan potong rambut sudah dibuka mulai minggu lalu (4/12) selama 10 hari. Setelah pelatihan, peserta juga dapat bantuan peralatan kerja sesuai jenis pelatihan yang diikuti," katanya.
Baca juga: Disnaker Mataram membuka latihan kerja warga miskin ekstrem
Baca juga: Disnaker Mataram mengalokasikan Rp300 juta untuk pelatihan kerja
Sasaran pelatihan kerja menjahit dan teknis potong rambut tersebut, katanya, diprioritaskan masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
"Harapannya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja bagi warga Kota Mataram sehingga angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem bisa turun setiap tahun," katanya.
"Kegiatan kita laksanakan selama lima hari bekerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Salon Ideal," katanya seusai membuka kegiatan pelatihan.
Dia mengatakan sasaran pelatihan kerja bagi disabilitas ini bekerja sama dengan Dinas Sosial yang memiliki basis data agar bisa tepat sasaran. Setelah pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai peralatan untuk tata rias agar mereka setelah pelatihan, bisa langsung praktik di rumah masing-masing.
"Dengan keterampilan dan peralatan yang dimiliki, ke depan mereka bisa membuka lapangan kerja sendiri sehingga mampu mandiri," katanya.
Rudi mengatakan guna pelatihan kerja ini dialokasikan anggaran Rp300 juta, termasuk untuk dua pelatihan kerja lainnya dengan jumlah peserta 80 orang. Total warga yang mendapat kesempatan pelatihan kerja tahun ini 100 orang, yakni 20 penyandang disabilitas dan masing-masing 40 orang untuk pelatihan menjahit dan teknik potong rambut.
"Untuk pelatihan menjahit dan potong rambut sudah dibuka mulai minggu lalu (4/12) selama 10 hari. Setelah pelatihan, peserta juga dapat bantuan peralatan kerja sesuai jenis pelatihan yang diikuti," katanya.
Baca juga: Disnaker Mataram membuka latihan kerja warga miskin ekstrem
Baca juga: Disnaker Mataram mengalokasikan Rp300 juta untuk pelatihan kerja
Sasaran pelatihan kerja menjahit dan teknis potong rambut tersebut, katanya, diprioritaskan masyarakat yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
"Harapannya untuk menciptakan dan memperluas lapangan kerja bagi warga Kota Mataram sehingga angka pengangguran dan kemiskinan ekstrem bisa turun setiap tahun," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Indonesia membuka peluang kolaborasi pendidikan tinggi dan riset dengan Slowakia
04 April 2026 5:26 WIB
Terpopuler - Kesra
Lihat Juga
LDK PP Muhammadiyah dan FAI UMSU sinergi kirim dai KKN ke wilayah 3T dan luar negeri
15 April 2026 15:39 WIB