Produksi migas Pertamina Internasional EP melebihi target
Kamis, 15 Februari 2024 19:40 WIB
Fasilitas produksi migas PT Pertamina Internasional EP (PIEP). ANTARA/HO-Pertamina Internasional EP
Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mencatat produksi minyak dan gas bumi (migas) melebihi target, yang telah ditetapkan, sehingga diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional.
"Kinerja PIEP akan terus dioptimalkan pada tahun 2024 mendatang dengan melakukan berbagai inovasi. Hal ini dapat diartikan bahwa kami harus memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh dan mencapai target yang ditetapkan," kata Direktur Utama PIEP Jaffee A Suardin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
PIEP mencatat produksi minyak di atas target atau 109 persen, yang merupakan kontribusi dari Irak dan aset lainnya di Gabon dan Angola.
Sementara, produksi gas di atas target atau 118 persen, dengan kontribusi dari aset Aljazair, Malaysia, dan Tanzania. Jika digabungkan setara minyak, produksi mencapai 213 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) atau 112 persen lebih tinggi dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2023.
Hal tersebut didukung dengan meningkatnya cadangan terbukti (P1) sebesar 29 juta barel setara minyak (MMBOE), lebih besar 935 persen dari RKAP 2023 sebesar 3 MMBOE. Sementara, cadangan contingency (2C) sebesar 11,1 MMBOE, lebih besar 317 persen dari target RKAP 2023 sebesar 3,5 MMBOE.
Selain itu, PIEP juga mencatat persetujuan perpanjangan enam extended license agreement (ELA) di Aljazair pada Desember 2023 dan tambahan Blok SK 510 di Malaysia. Tambahan Blok SK 510 memperkuat operasi PIEP di Malaysia dengan eksisting aset di SK 309 dan SK 311 dengan durasi kontrak sampai dengan 2040.
Sementara dari sisi kinerja health, safety, security, dan environment (HSSE), PIEP menyebut angka capaian lost time incident rate (LTI) sebesar nol, realisasi sampai dengan akhir 2023, dan total recordable incident rate (TRIR) juga tercatat nol, di mana keduanya masih berada di bawah batasan.
Sedangkan, dari jumlah manpower sebanyak 403 personel, PIEP mencatatkan 34,197 juta jam tanpa kecelakaan kerja. Hal itu merupakan capaian yang sangat baik dan mencerminkan komitmen PIEP yang tinggi terhadap aspek HSSE.
Kendati demikian, peningkatan budaya keselamatan kerja akan selalu menjadi agenda utama dalam kegiatan operasi PIEP.
Baca juga: Pertamina pastikan video teks "All In Prabowo-Gibran" di SPBU Lombok Tengah ulah hacker
Baca juga: Eks Dirut Pertamina rugikan negara Rp1,77 triliun
"Kami terus mengingatkan perwira PIEP untuk terus mematuhi peraturan perusahaan yang telah dibuat untuk keselamatan kita bersama. Perjalanan masih panjang untuk menjadikan PIEP sebagai perusahaan yang mendunia," ucap Komisaris Utama PIEP Dharmawan H Samsu.
Dalam kesempatan terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina membuka peluang untuk memperluas jangkauan operasinya di luar negeri melalui anak usaha, termasuk PIEP.
"Operasional PIEP merupakan upaya mewujudkan kemandirian dan memperkuat ketahanan energi nasional, kami memiliki semangat bring the barrel home, artinya hasil dari lapangan migas di luar negeri akan kembali ke tanah air," kata Fadjar.
"Kinerja PIEP akan terus dioptimalkan pada tahun 2024 mendatang dengan melakukan berbagai inovasi. Hal ini dapat diartikan bahwa kami harus memiliki fondasi yang kuat untuk melangkah lebih jauh dan mencapai target yang ditetapkan," kata Direktur Utama PIEP Jaffee A Suardin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
PIEP mencatat produksi minyak di atas target atau 109 persen, yang merupakan kontribusi dari Irak dan aset lainnya di Gabon dan Angola.
Sementara, produksi gas di atas target atau 118 persen, dengan kontribusi dari aset Aljazair, Malaysia, dan Tanzania. Jika digabungkan setara minyak, produksi mencapai 213 ribu barel setara minyak per hari (BOEPD) atau 112 persen lebih tinggi dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) 2023.
Hal tersebut didukung dengan meningkatnya cadangan terbukti (P1) sebesar 29 juta barel setara minyak (MMBOE), lebih besar 935 persen dari RKAP 2023 sebesar 3 MMBOE. Sementara, cadangan contingency (2C) sebesar 11,1 MMBOE, lebih besar 317 persen dari target RKAP 2023 sebesar 3,5 MMBOE.
Selain itu, PIEP juga mencatat persetujuan perpanjangan enam extended license agreement (ELA) di Aljazair pada Desember 2023 dan tambahan Blok SK 510 di Malaysia. Tambahan Blok SK 510 memperkuat operasi PIEP di Malaysia dengan eksisting aset di SK 309 dan SK 311 dengan durasi kontrak sampai dengan 2040.
Sementara dari sisi kinerja health, safety, security, dan environment (HSSE), PIEP menyebut angka capaian lost time incident rate (LTI) sebesar nol, realisasi sampai dengan akhir 2023, dan total recordable incident rate (TRIR) juga tercatat nol, di mana keduanya masih berada di bawah batasan.
Sedangkan, dari jumlah manpower sebanyak 403 personel, PIEP mencatatkan 34,197 juta jam tanpa kecelakaan kerja. Hal itu merupakan capaian yang sangat baik dan mencerminkan komitmen PIEP yang tinggi terhadap aspek HSSE.
Kendati demikian, peningkatan budaya keselamatan kerja akan selalu menjadi agenda utama dalam kegiatan operasi PIEP.
Baca juga: Pertamina pastikan video teks "All In Prabowo-Gibran" di SPBU Lombok Tengah ulah hacker
Baca juga: Eks Dirut Pertamina rugikan negara Rp1,77 triliun
"Kami terus mengingatkan perwira PIEP untuk terus mematuhi peraturan perusahaan yang telah dibuat untuk keselamatan kita bersama. Perjalanan masih panjang untuk menjadikan PIEP sebagai perusahaan yang mendunia," ucap Komisaris Utama PIEP Dharmawan H Samsu.
Dalam kesempatan terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengatakan Pertamina membuka peluang untuk memperluas jangkauan operasinya di luar negeri melalui anak usaha, termasuk PIEP.
"Operasional PIEP merupakan upaya mewujudkan kemandirian dan memperkuat ketahanan energi nasional, kami memiliki semangat bring the barrel home, artinya hasil dari lapangan migas di luar negeri akan kembali ke tanah air," kata Fadjar.
Pewarta : Benardy Ferdiansyah
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Qari Cilik Bima harumkan nama NTB di MTQ Internasional, Gubernur Iqbal apresiasi
12 February 2026 18:59 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Mahasiswa internasional UMMAT ajak pelajar dan mahasiswa Bima bangun wawasan global
19 January 2026 7:36 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Menkeu optimistis ekonomi tumbuh 5,6 persen berkat diskon transportasi Idul Fitri
12 February 2026 19:23 WIB