Jakarta (ANTARA) - Juru masak dari restoran kuliner panggang a la Korea dan Jepang GrillMan Haryadi membagikan kiat-kiat menghidangkan daging panggang a la Korea dan mengatur tingkat kematangan daging sesuai selera.

Untuk memasak daging panggang a la Korea, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memanaskan alat pemanggang. Alat pemanggang yang sudah panas sempurna akan mendesis ketika bersentuhan dengan daging.

Baca juga: Hari ini Jumat, ada beragam bazaar kuliner hingga produk kreatif

Setelah alat pemanggang sudah panas sempurna, daging bisa mulai dipanggang. Menurut Haryadi, saat ditemui di Jakarta Utara, Rabu, tingkat kematangan daging panggang dapat diatur hingga tingkat medium atau medium well sesuai selera dan ukuran ketebalan daging.

"Untuk tingkat kematangan terserah dari orang itu sendiri mau medium atau medium well dan tergantung dari ketebalan daging sendiri," kata Haryadi.

Tingkat kematangan medium didapat dengan memanggang daging pada suhu 60 sampai 65 derajat Celsius selama 6 menit pada satu sisi dan 4 menit untuk sisi lainnya. Sementara pada tingkat kematangan medium well, daging dipanggang dengan suhu 65 sampai 70 derajat Celsius selama 7 menit pada satu sisi dan 5 menit untuk sisi lainnya.

Menurut Haryadi, menyantap daging panggang a la Korea sebaiknya dibalurkan dengan berbagai saus khas Korea seperti gochujang dan doenjang. Bila daging panggang disajikan dengan ukuran kecil, bisa dikombinasikan dengan daun selada yakni membungkus daging dengan daun selada untuk dilahap bersamaan.

Selain dengan saus Korea, hidangan daging panggang juga bisa dipadukan dengan kimchi dan bawang putih yang sebelumnya juga sudah dipanggang.

"Daging yang sudah matang seperti itu, bisa ditambah dengan kimchi dan bawang putih yang sudah dipanggang," kata Haryadi.

Hal yang membedakan daging panggang khas Korea dengan negara lain, seperti Jepang, terletak pada saus yang digunakan. Menurut dia, cara pengolahan maupun penyajian daging antara Korea dengan lainnya tidak jauh berbeda.

Daging panggang a la Korea biasanya menggunakan saus gochujang atau pasta cabai, sementara Jepang menggunakan kecap asin.

 

Pewarta : Farhan Arda Nugraha
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2024