Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat pekan ini melakukan uji coba "full day school" atau sekolah penuh selama lima hari pada sekolah tingkat SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram Yusuf di Mataram, Senin, mengatakan, kebijakan itu bertujuan untuk meningkatkan kualitas interaksi antara anak dan orang tua di akhir pekan.
"Selain itu, memberikan waktu khusus bagi pengembangan kompetensi guru pada setiap hari Sabtu," katanya.
Ia mengatakan, uji coba "full day school" dijadwalkan mulai pekan ini dan akan dilakukan evaluasi berkala sebelum ditetapkan secara permanen pada tahun ajaran baru 2026/2027.
"Sebenarnya, hari ini 'full day school' dimulai, tapi karena hari pertama masuk sekolah, kegiatan fokus pada sekolah ceria yakni olah raga dan bermain," katanya.
Dikatakan, dalam pelaksanaan skema baru "full day school" kegiatan belajar mengajar akan dipadatkan dari hari Senin hingga Jumat.
Baca juga: Empat SD di Mataram bakal dimerger pada 2026
Adapun pembagian jam sekolah yang direncanakan untuk tingkat SMP dimulai pukul 07.30 WITA hingga 16.30 WITA, sedangkan tingkat SD dimulai pukul 07.30 WITA hingga 15.30 WITA.
Khusus hari Sabtu, anak-anak akan diberikan keleluasaan bagi siswa untuk berkumpul bersama keluarga. Sementara guru tetap masuk.
"Guru tidak libur, sebab hari Sabtu digunakan untuk peningkatan kompetensi dan refleksi pembelajaran," katanya.
Sementara untuk mengisi durasi sekolah yang lebih panjang, katanya, sekolah telah menyiapkan konsep mengoptimalkan kegiatan di atas pukul 12.00 WITA dengan kegiatan ibadah seperti salat Zuhur berjamaah dan ceramah agama, serta makan siang bersama saat jam istirahat.
Baca juga: Revitalisasi sekolah terdampak banjir di Kota Mataram capai 80 persen
Untuk makan siang, sambungnya, pihak sekolah akan berkoordinasi dengan masing-masing dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), agar MBG bisa diberikan siang hari.
"Pagi siswa sarapan di rumah, untuk makan siang bisa dari MBG," katanya.
Untuk mengoptimalkan kegiatan "full day shcool", tambah Yusuf, pihak Dinas Pendidikan terus melakukan sosialisasi kepada kepala sekolah dan orang tua murid agar transisi menuju kebijakan lima hari sekolah dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
Baca juga: Kurikulum antikorupsi siap diterapkan di Mataram guna bentuk kejujuran anak