Mataram (ANTARA) - Dinas Pendidikan  (Disdik) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), siap mendukung rencana penerapan kurikulum antikorupsi untuk membentuk karakter anak yang berintegritas, jujur, dan bertanggung jawab sejak dini.

"Kurikulum antikorupsi sebagai upaya mencegah perilaku korupsi di masa depan terhadap generasi bangsa," kata Kepala Disdik Kota Mataram Yusuf di Mataram, Sabtu.

Pernyataan itu disampaikan menyikapi rencana dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang segera memformalkan pendidikan antikorupsi menjadi kurikulum pendidikan sebagai langkah mencegah regenerasi koruptor dengan menanamkan nilai kejujuran sejak dini.

Yusuf mengatakan jika kurikulum antikorupsi sudah diformalkan, maka pemerintah daerah (pemda) harus siap melaksanakan, karena kurikulum yang dilaksanakan saat ini juga merupakan kurikulum nasional.

"Dari penjelasan KPK, pendidikan antikorupsi bisa terintegrasi dengan kearifan dan budaya lokal. Itu sudah kami laksanakan," katanya.

Baca juga: Pemkot Mataram mengintensifkan program pendidikan antikorupsi

Pendidikan antikorupsi yang sudah dilaksanakan di Kota Mataram, kata dia, dengan mencanangkan dua sekolah percontohan pendidikan antikorupsi yakni di SD Negeri 7 Mataram dan SMP Negeri 15 Mataram.

Dalam pelaksanaannya, program-program pendidikan antikorupsi diimplementasikan antara lain melalui mata pelajaran kewarganegaraan, pendidikan agama, bahkan diselipkan melalui guru Bimbingan Konseling (BK).

Pendidikan agama misalnya, bagaimana anak-anak bersikap jujur dan disiplin. Disiplin menjadi bagian dari sikap antikorupsi, sebab tidak disiplin dengan terlambat atau bolos belajar bisa masuk perilaku korupsi.

Untuk memperkuat pendidikan antikorupsi melalui kearifan lokal, Disdik Kota Mataram dua minggu lalu telah bersurat ke semua sekolah terkait penyambutan siswa oleh guru begitu sampai di sekolah.

"Hal itu sebagai upaya bagaimana menanamkan nilai-nilai, etika dan moral, iman dan takwa, terhadap anak-anak sejak dini yang menjadi tujuan utama pendidikan," katanya.

Baca juga: Benih integritas di ruang kelas

Pendidikan antikorupsi, lanjut Yusuf, merupakan hal kecil, tapi bisa mengganggu integritas anak-anak pada masa depan jika tidak ditanamkan sejak dini.

Pendidikan antikorupsi di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan SMP, fokus pada menanamkan sikap jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, dengan memberikan contoh melalui budaya dan kearifan lokal.

"Jadi anak-anak tidak diajarkan undang-undang dan sanksi korupsi. Melainkan mengedukasi hal-hal kecil yang bisa berpengaruh ke masa depan mereka," katanya.

Terkait dengan itu, tambah Yusuf, setelah SD 7 dan SMP 15 Mataram menjadi percontohan pendidikan antikorupsi, diharapkan semua sekolah lain bisa menerapkan hal serupa.

"Kami juga aktif melakukan sosialisasi secara masif terkait pendidikan antikorupsi," katanya.

Baca juga: Kota Mataram jadi percontohan kota antikorupsi
Baca juga: Mataram masuk nominator penilaian kota percontohan antikorupsi
Baca juga: KPK formalkan pendidikan antikorupsi cegah regenerasi koruptor sejak dini



Pewarta :
Editor: Abdul Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026