Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lombok Utara bersama Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) memberikan pelatihan hidroponik guna meningkatkan inovasi para petani milenial menuju pertanian modern.

Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan di Mataram, Rabu, mengatakan kawasan pertanian di daerah ini memiliki berbagai macam karakteristik di antaranya lahan basah dan lahan kering.

"Pemanfaatan lahan kering maupun basah dapat membantu dan meningkatkan perekonomian masyarakat," katanya.

Baca juga: Upaya membangun industri agro yang menyejahterakan petani
Baca juga: Jumlah petani milenial di NTB mencapai 225.483 orang

Ia mengatakan kegiatan seperti ini bisa menjadi motivasi para petani di Lombok Utara agar bisa lebih bekerja di sektor pertanian, sehingga ekonomi masyarakat terus bergerak dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat dan Universitas Mataram agar terus memberikan dukungan kepada para petani yang ada di Lombok Utara," katanya.

Ia mengatakan para petani di Kabupaten Lombok Utara sudah membuktikan di beberapa tempat lahan kering, sehingga dapat menjadi potensi pertanian yang sangat menjanjikan.

"Dengan banyak sektor, tentu pelatihan seperti ini bukan hanya kali ini saja, ke depan dengan karakteristik wilayah masing-masing kita butuh pengetahuan dari Universitas Mataram yang akan mendampingi pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian," katanya.

Baca juga: Bupati Lombok Tengah sebutkan petani milenial perkuat ketahanan pangan

Sementara itu, Dosen Teknik Pertanian Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram, Dr. Guyup Mahardhian mengatakan pelatihan hidroponik ini bertujuan untuk menyejahterakan petani di Lombok Utara dengan kemandirian pangan mereka sendiri.

Sehingga, kegiatan ini menghadirkan kelompok muda yang diharapkan dapat menjadi petani milenial yang bisa menyejahterakan dan memajukan daerahnya masing-masing. "Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat untuk generasi penerus bangsa di Kabupaten Lombok Utara khususnya," katanya.


Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2024