Mataram (Antara NTB) - Universitas Mataram (Unram) menggandeng Universitas Malaya, Malaysia, untuk menggelar Konferensi Internasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai rangkaian 2nd ICST 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 23-24 Agustus.

Ketua Panitia ICST 2017, Dr rer nat L Rudyat Telly Savalas, di Mataram, Senin, mengatakan pertemuan para akademisi dan ilmuwan dari berbagai negara tersebut mengangkat tema "The emergence of science for human prosperity and health".

"Konferensi tersebut merupakan upaya mendiseminasikan, mengkomunikasikan serta mempromosikan kolaborasi penelitian dari berbagai universitas sekaligus meningkatkan publikasi hasil-hasil penelitian yang telah disusun," katanya.

Unram, kata dia, menggelar seminar internasional di bidang sains dan teknologi setiap tahun.

Khusus pada 2017, penyelenggaraan dilaksanakan bersama dengan Fakultas Biologi, Universitas Malaya, Malaysia.

Telly menambahkan tema yang diangkat menunjukkan keinginan kuat dari Unram untuk memberikan kontribusi lebih besar kepada masyarakat terhadap penyelesaian masalah-masalah yang muncul di masyarakat secara umum.

"Melalui konferensi internasional tersebut, kami ingin ada semacam solusi terhadap berbagai permasalahan, khususnya yang muncul di NTB," ujarnya.

Ia mengatakan konferensi internasional yang berlangsung selama dua hari tersebut akan menghadirkan sejumlah pembicara kunci yang mumpuni di bidangnya. Salah satunya adalah Prof Frank Levigne dari Universite` Paris 1 Pantheon Sorbonne, Prancis.

Ilmuwan tersebut akan memaparkan tentang mega erupsi Samalas (kompleks Rinjani) yang diperkirakan terjadi pada 1257 dan menjadi letusan gunung api terbesar dalam 7.000 tahun terakhir melebihi letusan Gunung Krakatau di Lampung, ataupun Gunung Tambora, di Pulau Sumbawa, NTB.

Selain itu, lanjut Telly, sejumlah hasil penelitian terbaru akan turut dipaparkan dalam forum tersebut. Salah satunya penelitian di bidang keanekaragaman rumput laut oleh Rektor Unram Prof H Sunarpi.

Prof Dato` Azizan bin Hj Abu Samah dari Universitas Malaya, Malaysia, akan memaparkan hasil penelitian terbarunya tentang klimatologi yang spesifik di semenanjung Malaya dan lainnya.

"Kami berharap kegiatan tersebut dapat terus memupuk atmosfer akademik, dapat memperkuat kerja sama maupun awal terbentuknya kerja sama baru antar-universitas dalam penelitian," katanya. (*)

Pewarta :
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2024