BI catat TD Valas DHE capai 1,9 miliar dolar AS
Kamis, 25 April 2024 1:53 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti berbicara dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulan April 2024, di Jakarta, Rabu (24/4/2024). ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak
Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) melaporkan penempatan devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri melalui instrumen Term Deposit Valuta Asing Devisa Hasil Ekspor (TD Valas DHE) per 23 April 2024 mencapai 1,9 miliar dolar Amerika Serikat (AS).
"Memang posisi beberapa bulan terakhir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jadi posisi per 23 April 2024 ini adalah sebesar 1,9 miliar dolar AS, dan itu kebanyakan ditempatkan di tiga bulan dananya sekitar 99 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut Destry menuturkan jumlah eksportir yang menyimpan DHE di dalam negeri melalui instrumen tersebut juga bertambah menjadi 163 perusahaan.
Instrumen operasi moneter TD Valas DHE berlaku efektif pada 1 Maret 2023 untuk mendorong eksportir menyimpan DHE di dalam negeri.
Instrumen tersebut bertujuan untuk meningkatkan serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.
BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas, meningkatkan efektivitas implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023, dan melanjutkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Selain itu, BI mencatatkan nilai transaksi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra atau local currency transaction (LCT) pada akhir Maret 2024 mencapai 1,37 miliar dolar AS.
"Ini naik di atas 100 persen dari periode sebelumnya, dan dari pelakunya terus mengalami peningkatan yaitu mencapai 3.504 pelaku dibandingkan dengan di akhir tahun 2023 yang baru mencapai 2.602 pelaku," ujarnya.
Implementasi LCT diharapkan dapat berkontribusi positif pada kegiatan ekspor-impor, investasi, transaksi pembayaran lintas batas, antara lain melalui QR cross border, termasuk ke depan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan surat-surat berharga.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan dari periode pengawasan BI mulai Agustus 2023 sampai dengan Januari 2024, sekitar 93-95 persen eksportir telah memenuhi kewajiban untuk penempatan DHE dalam negeri.
Baca juga: Belum ada pengajuan formal Alipay ke Bank Indonesia
Baca juga: Nilai tukar rupiah hari ini turun jelang Rapat Dewan Gubernur BI
"Hasil pengawasan yang kami lakukan itu telah kami sampaikan kepada Dirjen Bea Cukai, dan ini memang merupakan kewenangan dari Dirjen Bea Cukai yang terkait tindak lanjut dari kepatuhan ini," katanya lagi.
Saat ini Pemerintah dan BI sedang mengevaluasi hasil dari penempatan DHE yang sudah ada dan mengoptimalkan potensi yang ada untuk implementasi selanjutnya.
"Memang posisi beberapa bulan terakhir tidak mengalami perubahan yang signifikan. Jadi posisi per 23 April 2024 ini adalah sebesar 1,9 miliar dolar AS, dan itu kebanyakan ditempatkan di tiga bulan dananya sekitar 99 persen," kata Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti dalam konferensi pers, di Jakarta, Rabu.
Lebih lanjut Destry menuturkan jumlah eksportir yang menyimpan DHE di dalam negeri melalui instrumen tersebut juga bertambah menjadi 163 perusahaan.
Instrumen operasi moneter TD Valas DHE berlaku efektif pada 1 Maret 2023 untuk mendorong eksportir menyimpan DHE di dalam negeri.
Instrumen tersebut bertujuan untuk meningkatkan serapan DHE guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat perekonomian domestik.
BI terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi di pasar valas, meningkatkan efektivitas implementasi instrumen penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2023, dan melanjutkan penerbitan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Selain itu, BI mencatatkan nilai transaksi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi Indonesia dengan negara mitra atau local currency transaction (LCT) pada akhir Maret 2024 mencapai 1,37 miliar dolar AS.
"Ini naik di atas 100 persen dari periode sebelumnya, dan dari pelakunya terus mengalami peningkatan yaitu mencapai 3.504 pelaku dibandingkan dengan di akhir tahun 2023 yang baru mencapai 2.602 pelaku," ujarnya.
Implementasi LCT diharapkan dapat berkontribusi positif pada kegiatan ekspor-impor, investasi, transaksi pembayaran lintas batas, antara lain melalui QR cross border, termasuk ke depan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan surat-surat berharga.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan dari periode pengawasan BI mulai Agustus 2023 sampai dengan Januari 2024, sekitar 93-95 persen eksportir telah memenuhi kewajiban untuk penempatan DHE dalam negeri.
Baca juga: Belum ada pengajuan formal Alipay ke Bank Indonesia
Baca juga: Nilai tukar rupiah hari ini turun jelang Rapat Dewan Gubernur BI
"Hasil pengawasan yang kami lakukan itu telah kami sampaikan kepada Dirjen Bea Cukai, dan ini memang merupakan kewenangan dari Dirjen Bea Cukai yang terkait tindak lanjut dari kepatuhan ini," katanya lagi.
Saat ini Pemerintah dan BI sedang mengevaluasi hasil dari penempatan DHE yang sudah ada dan mengoptimalkan potensi yang ada untuk implementasi selanjutnya.
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo panggil sejumlah menteri evaluasi PP terkait devisa hasil ekspor
13 October 2025 7:40 WIB
Kurs rupiah hari ini menguat faktor Trump minta suku bunga AS segera turun
24 January 2025 10:34 WIB, 2025
Kurs rupiah dapat sentimen positif berkat likuiditas perekonomian tumbuh
23 January 2025 20:33 WIB, 2025
Kurs rupiah hari ini menguat usai pengumuman revisi kebijakan terbaru DHE SDA
23 January 2025 9:42 WIB, 2025
Kurs rupiah hari ini mengaut seiring kekhawatiran terhadap kebijakan tarif AS mereda
22 January 2025 10:00 WIB, 2025
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Harga emas Antam hari ini turun jadi Rp2,947 juta per gram, Rabu 11 Februari 2026
11 February 2026 9:26 WIB