Capres AS Kennedy bakal ampuni Snowden dan Assange bila terpilih
Sabtu, 25 Mei 2024 18:10 WIB
Edward Joseph Snowden, bekas pekerja Central Intelligence Agency (CIA) dan bekas kontraktor pemerintah Amerika Serikat yang mengopi dan membocorkan informasi rahasia dari National Security Agency (NSA) tanpa otorisasi tahun 2013. (Wikimedia Commons)
Washington (ANTARA) - Kandidat independen presiden AS Robert F. Kennedy Jr. mengatakan bahwa ia akan memaafkan "whistleblower" Edward Snowden dan membatalkan tuntutan pidana terhadap pendiri WikiLeaks Julian Assange bila ia terpilih.
"Pada hari pertama saya menjabat, saya akan memaafkan Edward Snowden dan saya akan membatalkan dakwaan - semua dakwaan - terhadap Julian Assange," kata Kennedy dalam pidatonya di Konvensi Nasional Libertarian 2024, Jumat.
Assange harus dipandang sebagai pahlawan, kata Kennedy, seraya menambahkan bahwa seharusnya ada monumen di Washington untuk Assange dan Snowden.
Awal pekan ini, Pengadilan Tinggi Inggris mengabulkan permohonan Assange untuk menantang upaya ektradisinya ke AS, di mana ia menghadapi tuntutan berdasarkan Undang-Undang Spionase.
Assange dianggap memperoleh dan mengungkapkan informasi rahasia yang mengungkapkan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan pasukan AS di Irak dan Afghanistan.
Sedangkan Snowden tinggal dalam pengasingan di Rusia, setelah ia membocorkan informasi rahasia tentang program pengawasan AS, yang juga dituduh melanggar UU Spionase.
Sumber: Sputnik
"Pada hari pertama saya menjabat, saya akan memaafkan Edward Snowden dan saya akan membatalkan dakwaan - semua dakwaan - terhadap Julian Assange," kata Kennedy dalam pidatonya di Konvensi Nasional Libertarian 2024, Jumat.
Assange harus dipandang sebagai pahlawan, kata Kennedy, seraya menambahkan bahwa seharusnya ada monumen di Washington untuk Assange dan Snowden.
Awal pekan ini, Pengadilan Tinggi Inggris mengabulkan permohonan Assange untuk menantang upaya ektradisinya ke AS, di mana ia menghadapi tuntutan berdasarkan Undang-Undang Spionase.
Assange dianggap memperoleh dan mengungkapkan informasi rahasia yang mengungkapkan kejahatan perang dan pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan pasukan AS di Irak dan Afghanistan.
Sedangkan Snowden tinggal dalam pengasingan di Rusia, setelah ia membocorkan informasi rahasia tentang program pengawasan AS, yang juga dituduh melanggar UU Spionase.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Prabowo meminta Apindo ciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor
10 February 2026 7:06 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Pemimpin Lai Ching-te: Jika Pemerintah China kuasai Taiwan, negara lain bisa jadi target
13 February 2026 3:42 WIB