New Delhi (ANTARA) - India dan Afghanistan pada Jumat (6/2) mengecam pengeboman di Islamabad, Pakistan, seraya membantah tuduhan keterlibatan dalam serangan yang menewaskan sedikitnya 31 orang itu.
"Kami mengecam pengeboman di sebuah masjid di Islamabad hari ini dan menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa yang ditimbulkannya," kata Kementerian Luar Negeri India dalam pernyataan tertulis.
Serangan terjadi di Imambargah Khadijah-tul-Kubra, tempat ibadah Muslim Syiah di kawasan Shehzad Town, Islamabad, saat salat Jumat, sehingga menyebabkan sedikitnya 31 orang tewas dan 169 lainnya luka-luka.
Juru bicara Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif untuk media asing, Mosharraf Zaidi, sebelumnya menyatakan serangan itu "merupakan yang terbaru dari serangkaian aksi teror pembunuhan yang diorkestrasi oleh India."
Baca juga: ASEAN-India mendorong pengembangan pariwisata kapal pesiar
"Proksi teroris India tidak akan memperlambat pemulihan ekonomi, tidak akan memecah belah hati rakyat Pakistan, dan tidak akan melemahkan modal diplomatik Pakistan yang terus tumbuh," kata Zaidi di platform X.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif menulis di X bahwa petugas keamanan sempat menghadang pelaku, yang kemudian menembaki jemaah dan meledakkan diri di barisan belakang. Ia juga menuding keterlibatan India dan Afghanistan.
Baca juga: WHO bongkar 7 fakta Virus Nipah di India
Namun, tuduhan itu disangkal oleh Kementerian Luar Negeri India.
"India menolak setiap tuduhan semacam itu, yang sama sekali tidak berdasar dan tidak berarti," kata kementerian itu. "Sangat disayangkan… Pakistan memilih menipu diri sendiri dengan menyalahkan pihak lain."
Afghanistan juga membantah keterlibatan pihaknya dalam serangan itu. "Pemerintah Afghanistan berkomitmen pada nilai-nilai Islam dan tidak pernah membenarkan pembunuhan atau tindakan yang melukai warga sipil untuk tujuan politik, serta tidak mendukung pelaku tindakan ilegal semacam ini," kata Kementerian Pertahanan Afghanistan di X.
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026