Lombok Utara (Antaranews NTB) - Rumah Zakat meresmikan Desa Berdaya di lokasi pengungsian yang ada di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Rabu.

CEO Rumah Zakat Nur Effendi mengatakan, Desa Berdaya merupakan nama yang dipilih dengan harapan warga terdampak gempa mampu bangkit kembali melalui sejumlah program pemberdayaan yang dilakukan Rumah Zakat.

"Desa Berdaya ini merupakan program yang terintegrasi antara tempat tinggal, pendidikan, ibadah, dan juga perekonomian," katanya.

Ia menyebutkan, di Desa Menggala, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Rumah Zakat sudah membangunkan 105 hunian sementara (huntara) dengan menggunakan bedek (bangunan terbuat dari bambu).

Selain huntara, di lokasi ini juga dibangunkan masjid darurat, sekolah darurat, dan pasar darurat.

"Jadi di tempat ini kita tempatkan satu orang pendamping," ujar Nur Efendi.

Ia menjelaskan, selama proses pembangunan huntara dan fasilitas umum lainnya, Rumah Zakat mengajak masyarakat terdampak untuk ikut terlibat. Bahkan, pemilihan bahan baku bangunan juga diambil dari pasar yang ada di Lombok.

"Tujuan utamanya adalah kami ingin mengembalikan keberdayaan masyarakat NTB yang sempat hancur karena gempa," terangnya.

Effendi mengatakan, selain model pembangunan terintegrasi, Rumah Zakat juga mendirikan huntara di pondasi rumah warga yang rusak akibat gempa.

"Total huntara yang sudah dibangun ada 305 huntara dari yang kita targetkan sebanyak 1.000 huntara," ucap Efendi.

Selain di Lombok Utara, Rumah Zakat juga berencana mendirikan Desa Berdaya di lokasi terdampak gempa di Lombok Barat dan Sumbawa.

Effendi mengutarakan, model Desa Berdaya berasal dari keprihatinan Rumah Zakat terhadap tingkat kemiskinan yang mayoritas berada pada wilayah pedesaan.

"Kami sampaikan terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak dalam membangun NTB untuk bangkit kembali, bersama Rumah Zakat," tandas Nur Effendi.

 

Pewarta : Nur Imansyah
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024