Jangan biarkan anak akses internet di ruang pribadi
Sabtu, 12 Januari 2019 19:20 WIB
.
Jakarta (Antaranews NTB) - Psikolog anak Seto Mulyadi menyarankan para orangtua tidak membiarkan anak-anak menggunakan gawai dan mengakses internet di ruang pribadi sehingga kegiatan mereka terpantau oleh anggota keluarga yang lain.
"Mohon alat-alat internet dan sebagainya tidak di ruang pribadi anak, jadi di ruang keluarga," kata Seto kepada Antara saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu sore.
"Jadi ada lingkungan yang membuat mereka sungkan, segan. Tapi kalau ruangan pribadi, di kamar, mereka merasa bebas, leluasa, karena tidak ada yang meluruskan atau melarang kalau itu negatif, ya akhirnya kebablasan terus," tuturnya.
Keluarga, menurut dia, juga sebaiknya berusaha menciptakan lingkungan berinternet yang aman bagi anak-anak dengan membiasakan komunikasi dalam keluarga, misalnya lewat rapat keluarga, dialog atau diskusi, atau forum mendongeng dan menceritakan pengalaman masing-masing.
Selain itu, ia melanjutkan, orangtua perlu menghadirkan kegiatan-kegiatan alternatif yang menarik bagi anak supaya perhatian mereka tidak melulu terpusat pada gawai dan internet.
"Jadi bukan sekadar memusuhi. Internet jangan, gadget itu negatif, enggak, ada positifnya juga. Tapi ada keseimbangan dengan kegiatan lain yang kreatif dari para orangtua yang penuh persahabatan, tidak ada tekanan-tekanan dan memosisikan orangtua sebagai sahabat anak, bukan sebagai bos atau komandan," katanya.
"Jangan mimpi punya anak penurut tapi anak yang bisa bekerja sama dalam membangun apa pun," ia menambahkan. (*)
"Mohon alat-alat internet dan sebagainya tidak di ruang pribadi anak, jadi di ruang keluarga," kata Seto kepada Antara saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu sore.
"Jadi ada lingkungan yang membuat mereka sungkan, segan. Tapi kalau ruangan pribadi, di kamar, mereka merasa bebas, leluasa, karena tidak ada yang meluruskan atau melarang kalau itu negatif, ya akhirnya kebablasan terus," tuturnya.
Keluarga, menurut dia, juga sebaiknya berusaha menciptakan lingkungan berinternet yang aman bagi anak-anak dengan membiasakan komunikasi dalam keluarga, misalnya lewat rapat keluarga, dialog atau diskusi, atau forum mendongeng dan menceritakan pengalaman masing-masing.
Selain itu, ia melanjutkan, orangtua perlu menghadirkan kegiatan-kegiatan alternatif yang menarik bagi anak supaya perhatian mereka tidak melulu terpusat pada gawai dan internet.
"Jadi bukan sekadar memusuhi. Internet jangan, gadget itu negatif, enggak, ada positifnya juga. Tapi ada keseimbangan dengan kegiatan lain yang kreatif dari para orangtua yang penuh persahabatan, tidak ada tekanan-tekanan dan memosisikan orangtua sebagai sahabat anak, bukan sebagai bos atau komandan," katanya.
"Jangan mimpi punya anak penurut tapi anak yang bisa bekerja sama dalam membangun apa pun," ia menambahkan. (*)
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor : Awaludin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Banyak penyelewengan, Gubernur Jabar hentikan hibah untuk yayasan pendidikan
27 April 2025 20:26 WIB
Terpopuler - Pendidikan
Lihat Juga
PLN NTB Dorong Literasi Kesehatan Anak Lewat Kolaborasi Mahasiswa Internasional
30 November 2025 23:16 WIB
Seni bercerita penting bagi komunikasi anak dan orang tua, kata Raffi Ahmad
16 November 2025 14:51 WIB
Ketua PBNU ajak santri & warga NU jangan kecil hati soal penghinaan pesantren
14 October 2025 15:34 WIB
Guru Besar IPB: Mega potensi ekowisata dimiliki Indonesia tak masuk unggulan Kabinet Merah-Putih
21 September 2025 8:38 WIB